
Gameplay game Roblox. (BlueStacks)
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan, pada dasarnya hukum dari sebuah game atau permainan itu adalah mubah atau boleh. Tetapi apabila permainan tersebut bakal merusak agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta dari yang terlibat dalam permainan tersebut maka hukumnya bisa berubah menjadi makruh.
"Artinya dianjurkan untuk dijauhi atau menjadi haram jika permainan tersebut akan menimbulkan bahaya dan malapetaka," katanya (12/8) malam. Apalagi game yang merusak fisik, akidah, jiwa, akal, dan akhlak bagi yang melihat terlibat dalam permainan.
Untuk itu, Anwar mengatakan para ahli, tokoh agama, dan tokoh masyarakat serta para pendidik diminta benar-benar bisa memantau segala jenis permainan yang disukai anak-anak. Pasalnya tidak jarang dalam permainan itu, seperti yang terdapat dalam game Roblox, disinyalir ada hal-hal yang sangat membahayakan diri anak atau si pemainnya. Terutama menyangkut masalah akhlak dan kejiwaan. "Kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi pada anak-anak Indonesia," tandasnya.
Di bagian lain, dukungan untuk segera melarang game Roblox masih terus mengalir. Salah satunya datang dari mitra pemerintah di Senayan. Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mengaku mendukung penuh langkah pelarangan gim tersebut.
Akan tetapi, menurutnya, langkah perlindungan terhadap anak-anak dari game berbahaya tak boleh berhenti sampai di sana. Momentum ini harus jadi titik balik dalam perombakan pendidikan digital saat ini.
Dia mengatakan perlu ada pendekatan sistematis. Karenanya, dia mendorong agar literasi digital menjadi bagian inti dari kurikulum pendidikan karakter. “Maka kami mendorong Kemendikdasmen untuk menyusun kerangka kurikulum literasi digital yang responsif terhadap realitas sosial anak-anak masa kini,” tuturnya (12/8).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun mengingatkan, bahwa literasi digital ini nantinya tidak boleh hanya sekadar penyuluhan teknologi. Mengingat, tantangan digital yang dihadapi anak-anak dewasa ini sangat kompleks. Banyak anak-anak yang kecanduan gawai, ikut dalam penyebaran hoaks, hingga terdampak algoritma media sosial yang tak jarang menjurus pada hal negatif.
Oleh sebab itu, dia meminta agar Kemendikdasmen menggandeng banyak pihak dalam penyusunan kurikulumnya nanti. Seperti psikolog, komunitas digital, hingga anak-anak itu sendiri.
"Dan kurikulum yang baik itu bukan hanya sebatas jargon digital, tetapi juga harus membumi dan kontekstual. Misalnya, bagaimana remaja menilai informasi keliru di media sosial, memilih tayangan yang sesuai usia, bahkan dapat mengontrol waktu paparan layar," paparnya.
Selain itu, dia juga meminta agar satuan pendidikan ikut bertransformasi di era digital ini. Sekolah diimbau tak hanya sebagai tempat transfer ilmu tetapi juga ruang pembentukan karakter digital. Mengingat, anak-anak saat ini tumbuh dalam ekosistem yang didominasi konten visual, validasi sosial, hingga interaksi instan.
"Sehingga, hanya mengajarkan mereka untuk bisa menggunakan teknologi itu sama dengan membiarkan mereka menjelajahi jalan bebas hambatan tanpa rambu-rambu," jelasnya.
Karenanya, Lalu menekankan, pentingnya mencetak generasi muda yang bukan hanya cakap teknologi, tetapi juga bijak dan tahan terhadap paparan negatif dunia digital. Dengan begitu, anak-anak akan memahami bahwa tidak semua yang viral itu benar, tidak semua yang gratis itu aman, dan tidak semua yang disukai algoritma itu layak diikuti.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
