
Ilustrasi salat. (Photo by Abdur Rahman/Pexels)
JawaPos.com - Salat adalah ibadah wajib yang kita tunaikan lima kali sehari, sebuah bentuk ketaatan dan keimanan mendalam seorang hamba kepada Allah SWT. Lebih dari sekadar ritual, salat merupakan jembatan komunikasi yang menghubungkan jiwa manusia dengan Sang Pencipta.
Menurut lampung.nu.or.id, di antara seluruh amalan seorang hamba, salat adalah yang pertama kali akan dihisab. Oleh karena itu, tak heran jika salat diibaratkan sebagai tiang agama. Ibarat sebuah rumah, tiang adalah fondasi utamanya. Apabila seseorang tidak pernah menunaikan salat, maka pondasi ibadah lainnya pun berpotensi rapuh dan tidak sempurna.
Pernahkah Anda merasakan pikiran melayang ke mana-mana saat salat? Bahkan hal-hal yang sebelumnya tidak terpikirkan, tiba-tiba muncul di benak saat sedang salat. Akibatnya, kita sering lupa sudah berapa rakaat yang ditunaikan. Fenomena ini menunjukkan bahwa kita belum sepenuhnya mencapai khusyuk.
Khusyuk adalah ruh atau inti dari sebuah ibadah, terutama salat. Salat yang dilakukan tanpa kekhusyukan ibarat raga tanpa nyawa, terasa hampa, bahkan bisa jadi sia-sia. Lantas, bagaimana para ulama mendefinisikan khusyuk?
Dikutip dari wiz.or.id, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (QS. Al Baqarah: 45).
Ayat ini menyiratkan mengapa terkadang salat terasa berat dan menjadi beban bagi sebagian dari kita. Ini bisa jadi karena kita belum menunaikannya dengan khusyuk.
Maka dari itu, untuk membantu Anda meningkatkan kualitas ibadah, berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meraih kekhusyukan dalam salat. Dengan khusyuk, salat akan terasa lebih ringan, menenangkan, dan menjadi penolong sejati dalam setiap aspek kehidupan.
1. Mempersiapkan Diri dengan Baik Sebelum Salat
Langkah awal untuk meraih kekhusyukan dalam salat dimulai dengan persiapan yang matang. Persiapan ini mencakup menjawab panggilan azan dengan penuh keimanan, membaca doa yang dianjurkan setelah azan, membersihkan mulut dengan siwak agar segar, serta mengenakan pakaian yang bersih dan pantas.
Selain itu, berjalan menuju masjid dengan tenang tanpa terburu-buru, membaca doa saat masuk dan keluar masjid, menunaikan salat sunah Tahiyyatul Masjid, dan merapatkan serta meluruskan barisan salat adalah bentuk persiapan yang mendukung kekhusyukan, sekaligus menghalangi setan mengganggu salat.
2. Menjaga Gerakan Tuma’ninah
Rasulullah saw., selalu menjaga tuma’ninah atau ketenangan dalam setiap gerakan salatnya hingga seluruh anggota tubuh kembali pada posisi semula. Beliau pun menegaskan bahwa salat tidak akan sempurna tanpa adanya tuma’ninah, sebagaimana tercantum dalam sabdanya:
“Tidak sempurna salat salah seorang di antara kalian tanpa tuma’ninah.”
3. Selalu Ingat Akan Kematian Saat Salat

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
