Ilustrasi Idul Fitri.(Freepik)
JawaPos.com - Hari Raya Idul Fitri merupakan momen penuh kebahagiaan bagi seluruh umat Islam. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, umat Muslim merayakan hari kemenangan ini dengan penuh syukur dan sukacita.
Dalam ajaran Islam, kebahagiaan Idul Fitri sebaiknya diisi dengan berbagai bentuk ibadah yang bernilai. Berdasarkan catatan sejarah, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Agama (Kemenag), Rasulullah SAW bersama para sahabat pertama kali merayakan Idul Fitri pada tahun kedua Hijriyah (624 M), tepat setelah kemenangan dalam Perang Badar.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak bacaan takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Seperti yang dijelaskan dalam laman NU Online, bacaan takbir ini mulai dikumandangkan sejak malam 1 Syawal hingga imam memulai takbiratul ihram dalam sholat Id berjamaah. Bagi yang melaksanakan sholat Id secara sendiri, takbir dianjurkan hingga ia memulai takbir sholatnya.
Melantunkan takbir dapat dilakukan secara individu maupun bersama-sama. Takbir bisa dikumandangkan di masjid, mushala, atau di sepanjang jalan dalam bentuk pawai takbiran yang menjadi tradisi di berbagai daerah.
Dalam Islam, bacaan takbir Idul Fitri terbagi menjadi dua jenis, yaitu takbir muqayyad dan takbir mursal. Takbir muqayyad adalah takbir yang dianjurkan untuk dibaca setelah melaksanakan sholat, baik sholat fardhu maupun sunnah.
Sementara itu, takbir mursal adalah takbir yang dapat dibaca kapan saja dan di mana saja tanpa terikat waktu tertentu.
Berikut adalah lafadz lengkap takbir Idul Fitri yang dianjurkan untuk dibaca sebanyak tiga kali, sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Majmu', Syarhul Muhadzdzab:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
“Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.”
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar."
Selain tiga takbir tersebut, dapat ditambahkan pula zikir-takbir yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang diucapkan oleh Rasulullah SAW di bukit Shafa:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
“Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila, la ilaha illallahu wa la na'budu illa iyyahu mukhlishina lahud dina wa law karihal kafirun, la ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzaba wahdah, la ilaha illallahu wallahu akbar.”

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
