Ilustrasi puasa Ramadhan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh yang jarang diketahui (freepik)
JawaPos.com - Menjelang datangnya bulan Ramadhan yang tinggal menghitung pekan, sebagian umat Muslim mulai mempersiapkan diri, bukan hanya secara fisik dan mental, tetapi juga secara ibadah. Salah satu hal penting yang kerap terlupa adalah utang puasa Ramadhan tahun lalu yang belum ditunaikan.
Dalam ajaran Islam, puasa Ramadhan yang ditinggalkan karena alasan tertentu seperti sakit, haid, atau bepergian memang wajib diganti di hari lain. Namun, menunda qadha tanpa alasan yang dibenarkan hingga bertemu Ramadhan berikutnya dapat menjadi persoalan serius.
Bahkan, sebagian ulama menyebut ada kewajiban tambahan berupa fidyah. Nah, agar tidak bingung dan panik di akhir waktu, berikut 5 langkah yang bisa dilakukan jika kamu masih punya utang puasa menjelang Ramadhan.
1. Hitung dan Pastikan Jumlah Hutang Puasa
Langkah paling awal adalah menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Idealnya, jumlah ini sudah dicatat sejak awal. Namun jika lupa, Islam memberi kemudahan dengan memperkirakan jumlah maksimal yang paling kamu yakini.
Misalnya, jika ragu antara 5 atau 7 hari, ambil angka yang lebih besar sebagai bentuk kehati-hatian. Catat jumlah tersebut agar kamu bisa menyusun rencana qadha secara realistis dan terukur.
2. Pahami Prioritas: Qadha atau Fidyah
Hutang puasa adalah kewajiban kepada Allah SWT, sehingga penyelesaiannya perlu diprioritaskan. Cara melunasinya bergantung pada kondisi masing-masing:
Qadha Puasa
Berlaku bagi kamu yang sebenarnya mampu berpuasa, seperti karena haid, nifas, sakit sementara, atau safar. Puasa qadha dilakukan di luar bulan Ramadhan dan jumlahnya sesuai hari yang ditinggalkan.
Fidyah, diperuntukkan bagi orang yang tidak mampu berpuasa secara permanen, seperti penderita sakit kronis atau lansia yang tidak kuat berpuasa. Fidyah dibayarkan dengan memberi makan fakir miskin, setara satu porsi makanan atau sekitar 0,6 kg beras per hari puasa yang ditinggalkan.
Sebagian ulama menganjurkan fidyah diberikan dalam bentuk makanan siap santap. Jika ragu dengan kondisi sendiri, berkonsultasi dengan ustaz atau lembaga zakat bisa menjadi langkah bijak.
3. Jangan Menunda, Cicil Sejak Sekarang
Waktu mengganti puasa sebenarnya cukup panjang, mulai dari 2 Syawal hingga sebelum Ramadhan berikutnya. Namun karena sering ditunda, hutang puasa justru menumpuk di akhir waktu.
Agar lebih ringan, kamu bisa mencicil qadha, misalnya, satu atau dua hari setiap pekan atau beberapa hari sekaligus saat tubuh sedang fit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Crystal Palace vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Eagles Berpeluang Pesta Gol
Prediksi Skor Bournemouth vs Brentford di Liga Inggris: Laga Sengit Berpotensi Imbang di Vitality
Prediksi Skor Aston Villa vs Nottingham Forest di Liga Inggris: Kans The Villa Menang Tipis
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022