Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 05.39 WIB

Kemenag Targetkan Kumpulkan Dana Wakaf Rp 1 Triliun: Dihimpun dari Siswa, Santri, Mahasiswa hingga Guru

Menag Nasaruddin Umar. (Kemenag)

JawaPos.com  - Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan dapat mengumpulkan wakaf sebanyak Rp 1 triliun. Pengumpulan sebanyak itu diharapkan berasal dari siswa  di madrasah, santri, mahasiswa, guru, tenaga kependidikan, dan lainnya. Target wakaf Rp 1 Triliun itu merupakan bagian dari program Gerakan Wakaf Pendidikan Islam.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meyakini target wakaf sebanyak itu bukanlah hal yang mustahil. Pasalnya, ekosistem pendidikan Islam di bawah naungan Kemenag sangat besar. Mulai dari ASN Kemenag, murid dan guru di madrasah, mahasiswa di kampus keagamaan Islam negeri dan swasta, serta unit kerja Kemenag lainnya sampai tingkat kecamatan. 

Diasumsikan jumlah peserta didik muslim di lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag mencapai lebih dari 20 juta. Kemudian, pendidik ada sekitar 2,4 juta. Lalu, untuk tenaga kependidikan (tendik) ada 148 ribuan orang. 

Nasaruddin mengatakan, wakaf uang atau wakaf tunai bersifat produktif. Wakaf tunai bisa diinvestasikan dan menghasilkan nilai manfaat. Inilah yang kemudian bisa didistribusikan kepada masyarakat miskin, misalnya untuk beasiswa sekolah atau kuliah. Termasuk untuk membantu pembangunan madrasah yang layak. 

Imam besar Masjid Istiqlal itu menegaskan, wakaf memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan pendidikan Islam. Menurut dia, pendidikan tidak hanya membutuhkan dukungan anggaran, tetapi juga partisipasi publik melalui instrumen syariah yang produktif.

“Gerakan wakaf pendidikan Islam ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan Islam,” kata dia. Nasaruddin ingin memastikan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga semakin maju dan berdaya saing.

Nasaruddin mengatakan, Gerakan Wakaf Pendidikan Islam merupakan gerakan yang mulai dari diri sendiri dalam hal ini Kemenag. Dia bersyukur telah terjadi sinergi yang baik antara dua Direktorat Jenderal (Ditjen) di Kemenag, yaitu Ditjen Pendidikan Islam dan Ditjen Bimas Islam. "Sehingga jelas antara pengelolaan dan penerima wakaf-nya juga jelas," tutur Menag.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyampaikan bahwa gerakan itu dirancang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas. Dia menjelaskan bahwa wakaf pendidikan akan diarahkan pada pembangunan sarana prasarana, peningkatan kualitas SDM, serta pemberdayaan riset dan inovasi di lingkungan pendidikan Islam.

“Potensi zakat sangat besar di pendidikan Islam. Ada jumlah waqif (orang yang berwakaf) yang besar di pendidikan Islam yang terdiri dari peserta didik, tenaga pendidikan (tendik), dan non tendik,” katanya. Selain itu, ada 14 kampus PTKIN yang memiliki prodi manajemen zakat dan wakaf. Sehingga potensi ini yang akan sangat membantu keberhasilan program wakaf untuk umat.

Menurut Suyitno, gerakan wakaf itu juga dalam rangka menjalankan Instruksi Presiden Republik Indonesia 8/2025 amanat untuk Kementerian Agama, yaitu mendorong peran badan pengumpul dana umat untuk optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. (wan) 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore