Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Juli 2025 | 00.05 WIB

Peringatan Langsung dari Allah dan Rasul-Nya, Ini Hukuman bagi Orang yang Menghardik Anak Yatim dan Balasan Bagi yang Memuliakannya

Ilustrasi membahagiakan anak yatim. (Istimewa) - Image

Ilustrasi membahagiakan anak yatim. (Istimewa)

JawaPos.com - Dalam ajaran Islam, anak yatim mendapat posisi istimewa. Alquran dan Hadits Nabi Muhammad SAW berulang kali menegaskan pentingnya memperlakukan anak yatim dengan baik. Bahkan menyantuni mereka menjadi salah satu ciri kemuliaan akhlak.

Allah SWT dengan tegas memperingatkan dalam Surah Ad-Dhuha. Ada dua ayat sekaligus yang menyinggung anak yatim dan keistimewaannya:

1. "Maka terhadap seorang anak yatim piatu maka janganlah engkau berlaku sewenang-wenang." (QS. Ad-Dhuha: 9)
2. "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu (Muhammad)." (QS. Ad-Dhuha: 6)

Ayat ini bukan sekadar peringatan, tapi juga gambaran nyata bahwa anak yatim selalu dalam perlindungan-Nya. Menghardik mereka berarti mendustakan agama, sebagaimana dijelaskan dalam banyak tafsir dan riwayat.

Anak Yatim: Terlindungi, Bukan Tersisih

Menjadi yatim berarti tumbuh tanpa sosok ayah, figur penting dalam perlindungan, pengayoman, dan sandaran hidup.

Tak heran jika Allah dan Rasul-Nya sangat menaruh perhatian kepada mereka. Nabi Muhammad SAW sendiri adalah seorang yatim, dan Allah mengangkat derajatnya dengan penuh kasih.

Rasulullah SAW bersabda:

"Wahai Saib, perhatikanlah akhlak yang biasa kamu lakukan ketika kamu masih dalam kejahiliyahan, laksanakan pula ia dalam masa keislaman. Jamulah tamu, muliakanlah anak yatim, dan berbuat baiklah kepada tetangga.” (HR. Ahmad & Abu Dawud)

Hadits ini menunjukkan bahwa memuliakan anak yatim adalah bagian dari akhlak mulia yang sangat dijunjung tinggi dalam Islam.

Hak-Hak Anak Yatim yang Harus Dijaga

Tak hanya soal kasih sayang, anak-anak yatim memiliki hak-hak yang wajib dipenuhi.Pertama adalah perlindungan. Allah SWT melindungi Nabi Muhammad SAW saat yatim, dan begitu pula seharusnya sikap kita terhadap anak yatim.

Kedua, Islam melarang keras perilaku kasar, keras, apalagi merendahkan anak yatim. Segala bentuk kekerasan, fisik maupun verbal, adalah bentuk kezaliman.

Pemenuhan kebutuhan dasar juga wajib dipenuhi, oleh siapa saja, dermawan yang ingin membahagiakan anak yatim.

Rasulullah SAW sendiri bersabda:

“Barang siapa yang memberi makan dan minum seorang anak yatim piatu di antara kaum muslimin, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, kecuali dia melakukan satu dosa yang tidak diampuni.”

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore