Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 05.35 WIB

Bolehkan Puasa Arafah Sekaligus Ganti Puasa Ramadhan? Ini Penjelasan Hukumnya

Niat puasa Arafah dan Tarwiyah adalah langkah awal untuk meraih keutamaan ibadah sunnah menjelang Iduladha (Freepik/Freeepik) - Image

Niat puasa Arafah dan Tarwiyah adalah langkah awal untuk meraih keutamaan ibadah sunnah menjelang Iduladha (Freepik/Freeepik)

JawaPos.Com - Puasa Arafah menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah, terutama bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan haji. Keutamaan puasa ini begitu luar biasa hingga mampu menghapus dosa-dosa selama dua tahun. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah bersabda:

"Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR. Muslim, no. 1162)

Dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), puasa arafah pada 9 Dzulhijjah 1446 H akan dilaksanakan pada hari Kamis (5/6/2025), dan pada hari jumat (6/62025) umat muslim akan merayakan hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1446 H .

Tak heran jika banyak kaum muslimin berlomba-lomba menjalankan puasa Arafah setiap tanggal 9 Dzulhijjah.

Namun, bagaimana jika seseorang masih memiliki utang puasa Ramadhan yang belum diganti? Apakah dibolehkan menggabungkan niat puasa Arafah dengan puasa qadha Ramadhan dalam satu waktu?

Pertanyaan ini bukan sekadar teknis, melainkan menyangkut kualitas dan keabsahan ibadah, serta apakah seseorang masih bisa memperoleh keutamaan puasa Arafah jika digabung dengan puasa qadha. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mewajibkan umat Islam mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan:

"… Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 184)

Ayat ini menunjukkan bahwa qadha Ramadhan adalah kewajiban, sementara puasa Arafah bersifat sunnah. 

Dilansir dari laman Nu Online Wakil sekretariat Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Alhafiz Kurniawan, ganti puasa Ramadhan digabung dengan niat puasa arafah diperbolehkan dan sah. Ia juga mengatakan seseorang yang melaksanakan itu juga mendapatkan keutamaan puasa sunnah. 

Namun demikian disarankan seseorang mengutamakan mengganti puasa bulan Ramadhan terlebih dahulu baru menjalankan puasa sunnah. Jadi bagi kamu yang mengganti puasa bulan Ramadhan di hari arafah, maka dia tetap bisa mendapatkan pahala puasa Arafah meskipun niat hanya mengganti puasa ramadhan.

Niat Ganti Puasa Ramadhan

وَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."



Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore