
Ketua FCC Brendan Carr memimpin pengetatan pembatasan Amerika terhadap perusahaan teknologi Tiongkok (Reuters)
JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) memperluas pembatasan teknologi terhadap Tiongkok dengan melarang laboratorium pengujian di negara tersebut menguji perangkat elektronik yang ditujukan untuk pasar Amerika. Kebijakan Federal Communications Commission (FCC) itu disahkan Kamis (29/10), beberapa pekan sebelum Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Shenzhen.
Melansir South China Morning Post, Sabtu (31/10/2026), larangan tersebut juga mencakup laboratorium dan lembaga sertifikasi di negara-negara yang tidak memiliki perjanjian pengakuan timbal balik atau kesepakatan perdagangan resiprokal dengan Amerika. Dengan demikian, FCC hanya akan mengakui fasilitas pengujian yang beroperasi di Amerika atau negara yang memiliki pengaturan timbal balik dengan Washington.
Ketua FCC Brendan Carr mengatakan, "Kebijakan ini konsisten dengan upaya lebih luas Presiden Trump untuk memulihkan keseimbangan dan keadilan dalam hubungan Amerika dengan negara-negara lain." Dia menegaskan, "Kami hanya mengizinkan laboratorium pengujian berlokasi di Amerika Serikat atau negara-negara yang menerapkan prinsip timbal balik."
Baca Juga:Larry Page dan Sergey Brin Kehilangan USD 60 Miliar saat Saham Alphabet Anjlok Akibat Belanja AI
Namun, kebijakan tersebut baru berlaku pada Desember 2028. Tenggat itu memberikan waktu lebih dari dua tahun bagi laboratorium domestik untuk memperluas kapasitasnya. Kebutuhan tersebut tidak kecil. FCC menyebut lebih dari 80 persen perangkat yang diuji untuk pasar Amerika selama ini menjalani pemeriksaan di fasilitas Tiongkok. Ketergantungan itu membuat pengalihan proses sertifikasi menjadi tantangan tersendiri bagi industri elektronik Amerika.
FCC beralasan, dominasi laboratorium Tiongkok menimbulkan risiko keamanan nasional. Carr menyebut sebagian fasilitas yang dikategorikan sebagai laboratorium bermasalah (bad labs) memiliki hubungan atau berada di bawah kendali Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Dalam wawancara dengan jaringan teknologi TBPN pada Agustus, dia mempertanyakan kredibilitas laboratorium tersebut karena dugaan keterkaitannya dengan militer Tiongkok.
Carr memperingatkan, "Laboratorium-laboratorium tersebut dapat memanfaatkan akses istimewa yang mereka miliki untuk meloloskan perangkat tidak aman ke pasar Amerika, mengganggu jaringan komunikasi, bahkan mencuri kekayaan intelektual."
Pembatasan terbaru itu melanjutkan kebijakan FCC tahun lalu yang mencabut pengakuan terhadap laboratorium milik atau dikendalikan entitas yang dianggap mengancam keamanan nasional. Sebanyak 32 laboratorium kehilangan status pengakuannya.
Kali ini, FCC memperluas pembatasan dengan mempertimbangkan lokasi operasional laboratorium dan hubungan timbal balik antarnegara. Carr menyebut, "Hari ini, kami melangkah lebih jauh dan mengembalikan prinsip timbal balik dalam program otorisasi peralatan FCC."
Di bawah kepemimpinan Carr, FCC juga memperketat pengawasan terhadap berbagai produk teknologi Tiongkok. Pekan lalu, lembaga tersebut memblokir kamera dasbor dan pemancar video nirkabel yang menggunakan cip HiSilicon, anak perusahaan Huawei Technologies, karena dinilai dirancang untuk kebutuhan pengawasan. Pada Juli, FCC mengumumkan larangan impor robot baru dan inverter daya asal Tiongkok dengan alasan keamanan nasional serta kerentanan rantai pasok.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022