Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Rian Alfianto
Minggu, 1 November 2026 | 04.43 WIB

Perayaan Halloween Diwarnai Demo Besar di Prancis dan Jerman, 230 Ribu Orang Turun ke Jalan 

Seorang pengunjuk rasa bertopeng di pusat kota Paris memegang plakat bertuliskan "Anda melihat saya tersenyum bahkan ketika saya sedang down" di tengah bentrokan di sela-sela protes nasional pada 17 Oktober 2026. (Abdul Saboor/Reuters) - Image

Seorang pengunjuk rasa bertopeng di pusat kota Paris memegang plakat bertuliskan "Anda melihat saya tersenyum bahkan ketika saya sedang down" di tengah bentrokan di sela-sela protes nasional pada 17 Oktober 2026. (Abdul Saboor/Reuters)

JawaPos.com - Perayaan Halloween pada Sabtu (31/10) diwarnai gelombang demonstrasi besar di Prancis dan Jerman.

Sebanyak 70.000 personel polisi disiagakan di Prancis untuk mengantisipasi kerusuhan, sementara lebih dari 160.000 orang diperkirakan mengikuti aksi unjuk rasa di 34 kota di Jerman.

Aksi tersebut dipicu keresahan generasi muda terhadap memburuknya kualitas pendidikan, meningkatnya biaya hidup, hingga kebijakan pemerintah yang dinilai semakin membebani masyarakat. Demonstrasi ini juga menjadi bagian dari gelombang protes anak muda yang meluas di sejumlah negara Eropa.

Di Prancis, demonstrasi pada malam Halloween menjadi aksi besar ketiga secara berturut-turut dalam tiga akhir pekan terakhir. Mahasiswa, serikat pekerja, hingga pendukung gerakan Rompi Kuning atau Yellow Vest kembali turun ke jalan untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap pelayanan publik dan pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.

Namun, pemerintah Prancis tidak hanya menghadapi persoalan demonstrasi. Ancaman kerusuhan dan penjarahan menjadi perhatian utama setelah aksi sebelumnya berujung pada kerusakan toko, gedung publik, serta sejumlah tempat usaha.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menegaskan aparat keamanan akan mengambil tindakan tegas untuk mencegah terulangnya kerusuhan. "Semua orang berada di dek untuk memastikan respons yang sangat tegas terhadap setiap masalah," kata Nunez dilansir via The Nation.

Ia juga menyebut 31 Oktober sebagai hari dengan risiko gangguan keamanan yang sangat tinggi.

Salah satu kekhawatiran aparat adalah kemungkinan pelaku kerusuhan memanfaatkan topeng dan kostum Halloween untuk menyembunyikan identitas. Nunez mengingatkan bahwa undang-undang yang berlaku memungkinkan polisi melarang penggunaan penutup wajah apabila berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Kekhawatiran tersebut membuat aparat meningkatkan pengawasan di sejumlah wilayah. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Prancis bahkan mengimbau wisatawan untuk menghindari kawasan yang menjadi lokasi demonstrasi maupun kerumunan massa.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore