Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Rian Alfianto
Kamis, 29 Oktober 2026 | 12.07 WIB

Satelit Cuak Rusia Diduga Bantu Houthi Serang Kilang Minyak dan Pangkalan Militer Saudi

Citra satelit yang diberikan oleh Vantor pada 13 September 2026 ini menunjukkan akibat dari serangan pesawat tak berawak baru-baru ini di pipa East-West di Arab Saudi.(Satellite image ©2026 Vantor via AP). - Image

Citra satelit yang diberikan oleh Vantor pada 13 September 2026 ini menunjukkan akibat dari serangan pesawat tak berawak baru-baru ini di pipa East-West di Arab Saudi.(Satellite image ©2026 Vantor via AP).

JawaPos.com - Rusia diduga membantu kelompok Houthi di Yaman dan milisi pro-Iran melancarkan serangan presisi terhadap infrastruktur minyak serta pangkalan militer Arab Saudi melalui pengumpulan intelijen satelit. Temuan perusahaan intelijen geospasial AURORAH menunjukkan, aktivitas satelit pengintai Rusia terpantau meningkat di atas sejumlah target strategis beberapa hari sebelum dan sesudah serangan.

Pola tersebut teridentifikasi dalam analisis terhadap 40 serangan rudal dan drone yang dilakukan kelompok Houthi dan milisi di Irak terhadap Arab Saudi pada 1 Juli hingga 19 Oktober. Menurut AURORAH, aktivitas satelit pemerintah dan militer Rusia terpantau berkaitan dengan seluruh serangan yang diteliti.

“Apa yang kami temukan adalah kecocokan 100 persen,” kata pendiri AURORAH Geosignal Intelligence Nawaf Obaid kepada Associated Press (AP).

Temuan itu mengindikasikan bahwa dukungan intelijen dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan ketepatan serangan kelompok-kelompok yang didukung Iran. Meski demikian, AURORAH mengakui belum berhasil menyadap komunikasi yang membuktikan secara langsung bahwa data satelit Rusia dikirimkan kepada kelompok tersebut.

Dugaan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, ketika serangan terhadap infrastruktur energi dan fasilitas militer berpotensi mengganggu pasokan minyak global. Salah satu serangan yang menjadi perhatian terjadi pada 10 September. Sejumlah drone yang diluncurkan dari Irak menghantam tiga stasiun pompa penting di sepanjang Pipa Minyak East-West milik Arab Saudi.

Serangan tersebut langsung mengganggu aliran minyak melalui jalur strategis yang membentang sekitar 1.200 kilometer atau 746 mil dari wilayah timur kerajaan menuju pesisir Laut Merah di bagian barat.

Pipa tersebut memiliki peran penting sebagai jalur alternatif pengiriman minyak mentah Arab Saudi, terutama di tengah serangan Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz.

Stasiun pompa yang menjadi sasaran berfungsi menjaga pergerakan minyak sepanjang pipa, termasuk ketika jalurnya melewati dataran tinggi Najd. Menurut Obaid, lokasi-lokasi tersebut dipilih karena memiliki arti strategis bagi operasional distribusi minyak. “Di sinilah milisi dari Irak memutuskan untuk menyerang,” ujar Obaid.

Perusahaan AURORAH mencatat sedikitnya 11 satelit seri Cosmos 2600 milik Rusia terpantau berkonsentrasi di atas tiga bagian pipa tersebut sejak Juli. Frekuensi lintasan satelit meningkat dalam beberapa pekan menjelang serangan dan pada jam-jam di sekitar waktu kejadian.

Pola tersebut dinilai konsisten dengan aktivitas pengintaian sebelum dan sesudah operasi militer. Serangan lain terjadi sekitar sepekan kemudian di Pangkalan Udara King Fahd, Taif, Arab Saudi. Kelompok Houthi dilaporkan meluncurkan sejumlah proyektil yang menghantam fasilitas pangkalan, termasuk hanggar.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore