Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Senin, 19 Oktober 2026 | 15.33 WIB

Harga Minyak Dunia Langsung Ngedrop usai AS Sepakati Ekspor Solar Rusia

Harga Minyak Dunia Langsung Ngedrop usai AS Sepakati Ekspor Solar Rusia. (Sumber: Getty Images) - Image

Harga Minyak Dunia Langsung Ngedrop usai AS Sepakati Ekspor Solar Rusia. (Sumber: Getty Images)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak turun pada perdagangan Senin (19/10) pagi setelah Amerika Serikat (AS) sepakat untuk melakukan ekspor solar dari Rusia.

Melansir Investing pada pukul 07:30 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 1,59 poin atau 1,45 persen ke level USD 108,13 per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Jumat (16/10) pagi sebesar USD 105,35 per barel. 

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 1,40 poin atau 1,41 persen ke level USD 97,63 per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Jumat (16/10) pagi sebesar USD 97,28 per barel.

Melansir Bloomberg harga minyak turun dari level tertinggi dalam lima bulan terakhir ketika para pelaku pasar menimbang kembali eskalasi pertempuran di Timur Tengah dan indikasi bahwa pasokan dari kawasan tersebut masih bertahan mendekati level sebelum perang.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya telah menyepakati kesepakatan ekspor solar dengan Rusia dan menunda penerapan sanksi tambahan demi mempertahankan perundingan damai dengan Ukraina. 

Anggota parlemen AS pada Jumat mengajukan rancangan undang-undang untuk memblokir kesepakatan tersebut, yang juga telah dikritik oleh sejumlah anggota Partai Republik. Moskow dan Kyiv juga saling melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi.

Di Timur Tengah, sebuah helikopter Arab Saudi jatuh di dekat perbatasan Yaman. Kelompok Houthi juga menyerang Yanbu, pusat ekspor penting, sementara badan operasi maritim Inggris melaporkan dua kapal tanker terkena serangan di Teluk Persia.

Meski demikian, pasokan energi tampaknya masih dapat keluar dari kawasan kaya energi tersebut. Amerika Serikat (AS) mengatakan pada akhir pekan bahwa pasukannya membantu mengawal pengiriman lebih dari 100 juta barel minyak melalui Selat Hormuz selama sepekan sebelumnya.

Pasar fisik masih menunjukkan ketatnya pasokan, sementara harga produk olahan seperti solar melonjak lebih tajam. Kondisi ini menambah tekanan inflasi dan membebani perekonomian global.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore