Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2026 | 01.21 WIB

Jeff Bezos Investasi USD 28 Miliar di Blue Origin untuk Bangun Pangkalan Permanen di Bulan

Jeff Bezos, pendiri Blue Origin (Benzinga) - Image

Jeff Bezos, pendiri Blue Origin (Benzinga)

JawaPos.com - Jeff Bezos, pendiri Amazon sekaligus Blue Origin, ingin mengubah Bulan dari tujuan kunjungan singkat astronot menjadi pangkalan permanen untuk eksplorasi antariksa. Ambisi itu didukung investasi pribadinya sebesar USD 28 miliar atau sekitar Rp501,04 triliun, dengan kurs Rp17.930 per dolar AS.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Oktober 2026, Bezos menegaskan, "Kita akan pergi ke Bulan untuk menetap." Bezos menilai keberhasilan pendaratan manusia di Bulan pada 1969 tidak berarti misi serupa mudah diulang. Program Apollo berlangsung ketika Amerika Serikat menghadapi persaingan Perang Dingin dan mengerahkan sumber daya nasional dalam skala besar.

"Kita sudah pernah ke sana pada 1969," kata Bezos. "Orang bertanya, 'Mengapa sekarang begitu sulit bagi kita untuk melakukannya jika kita sudah berhasil pada 1969?' Yang perlu dipahami, saat itu kita menghabiskan hampir 3 persen produk domestik bruto (PDB). Biayanya sangat mahal," ujarnya seperti dikutip Benzinga, Kamis (15/10/2026).

Karena itu, Bezos ingin pendekatan berikutnya lebih efisien sekaligus berkelanjutan. "Sekarang kita akan melakukannya dengan biaya lebih rendah dan pergi ke Bulan untuk menetap. Ini bukan sekadar menjalankan misi lalu pulang. Kita akan membangun pangkalan Bulan yang benar-benar berkelanjutan," ujarnya.

Infrastruktur tersebut diharapkan memungkinkan manusia bekerja, memanfaatkan sumber daya setempat, dan melanjutkan eksplorasi tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan dari Bumi.

Menurut Bezos, Bulan juga merupakan titik awal yang strategis untuk perjalanan lebih jauh. Perjalanan dari Bumi memerlukan sekitar tiga hari, sementara sumber daya Bulan berpotensi dimanfaatkan untuk membuat sel surya dan bahan bakar roket. Dia berpandangan manusia perlu membangun kemampuan di Bulan sebelum mengirimkan misi berawak ke Mars. 

"Kita akan pergi ke Mars dan melakukan hal-hal lainnya. Namun, kita perlu pergi ke Bulan terlebih dahulu," katanya.

Persaingan geopolitik turut memperkuat urgensi rencana tersebut. Bezos ingin Amerika Serikat mendahului Tiongkok dalam mengembalikan manusia ke permukaan Bulan, dengan target pendaratan pada 2028.

"Kita harus mengalahkan Tiongkok untuk mencapai Bulan, dan saya yakin kita akan berhasil," ujarnya. Namun, target itu masih bergantung pada kesiapan teknologi, sistem pendaratan, dan pengiriman kargo secara rutin untuk menopang pangkalan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore