Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 06.19 WIB

Jeff Bezos Prediksi Pekan Kerja Tiga Hari Akibat AI, Perusahaan Bakal Kesulitan Merekrut Pekerja

Pendiri Amazon Jeff Bezos memprediksi kecerdasan buatan (AI) akan meningkatkan produktivitas dan mengubah pola kerja manusia (Fortune) - Image

Pendiri Amazon Jeff Bezos memprediksi kecerdasan buatan (AI) akan meningkatkan produktivitas dan mengubah pola kerja manusia (Fortune)

JawaPos.com - Pendiri Amazon Jeff Bezos memperkirakan kecerdasan buatan (AI) dapat mengubah pola kerja dan struktur pendapatan keluarga, termasuk memungkinkan sebagian orang bekerja hanya tiga hari seminggu tanpa mengurangi kemampuan mereka membiayai rumah tangga.

Menurut Bezos, produktivitas berkat AI dapat membuat perusahaan kesulitan merekrut pekerja karena orang tak lagi perlu bekerja berjam-jam untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Dalam wawancara dengan Fox News, Bezos menggambarkan masa depan ketika produktivitas ekonomi memungkinkan seseorang menopang keluarganya dengan waktu kerja lebih singkat.

"Sebagian orang akan memutuskan, 'Saya bisa menafkahi keluarga dengan bekerja tiga hari seminggu.' Itulah makna produktivitas dalam perekonomian," kata Bezos, dilansir dari Fortune, Senin (12/10/2026).

Bezos juga memperkirakan peningkatan kemakmuran dapat mengubah pola rumah tangga yang selama ini bergantung pada dua pencari nafkah. "Keluarga tidak akan lagi membutuhkan dua orang yang sama-sama berpenghasilan. Jika menginginkannya, silakan. Namun, jika tidak, salah satu dari mereka bisa berhenti bekerja," ujarnya. 

Menurut Bezos, kondisi itu berpotensi membuat perusahaan kesulitan mendapatkan tenaga kerja. "Akan sulit merekrut orang karena produktivitas ekonomi memungkinkan mereka tidak perlu bekerja di dua pekerjaan jika memang tidak menginginkannya."

Namun, perkiraan Bezos tersebut merupakan proyeksi mengenai kemungkinan masa depan, bukan kepastian bahwa peningkatan produktivitas akan otomatis membuat jam kerja berkurang atau kebutuhan rumah tangga terpenuhi dengan satu penghasilan.

Di sisi lain, Bezos mengakui bahwa ledakan investasi AI membawa ketidakpastian bagi investor. Ketika ditanya apakah lonjakan investasi tersebut merupakan gelembung ekonomi, dia menjawab bahwa hal itu "sulit diketahui". "Yang saya ketahui, teknologinya nyata. Saya pikir ini hal yang baik bagi masyarakat," katanya. 

Meski optimistis terhadap manfaat AI, Bezos memperingatkan bahwa derasnya pendanaan membuat investor sulit membedakan perusahaan yang memiliki prospek baik dari perusahaan yang tidak akan berhasil.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore