Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Oktober 2026 | 18.56 WIB

Setelah Bandara Riyadh Diserang Berulang, Arab Saudi Cegat Rudal Houthi di Khamis Mushayt

Tangkapan layar dari rekaman video memperlihatkan sebuah rudal Houthi yang sedang diluncurkan. (AFP)

JawaPos.com - Pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman menuju Khamis Mushayt, wilayah barat daya kerajaan, pada Senin (12/10) dini hari. Di tengah insiden tersebut, otoritas pertahanan sipil sempat mengeluarkan peringatan darurat di Abha sebelum menyatakan situasi kembali aman.

Dilansir dari Aran News, Senin (12/10), juru bicara Koalisi Pendukung Pemerintahan Sah di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengumumkan melalui media sosial X bahwa rudal tersebut berhasil dicegat dan dihancurkan.

Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi juga mengeluarkan peringatan melalui X mengenai potensi serangan di Abha. Namun, otoritas kemudian mengumumkan bahwa ancaman telah berlalu.

Perkembangan terbaru ini kembali menyoroti wilayah barat daya Arab Saudi setelah serangkaian serangan menyasar bandara-bandara utama kerajaan di Riyadh dan Dammam.

Khamis Mushayt dan Abha, yang berada di kawasan pegunungan Asir, telah menjadi sasaran serangan rudal dan drone Houthi dalam beberapa pekan terakhir. Kelompok tersebut juga menargetkan Jazan dan Najran, dua wilayah yang berbatasan dengan Yaman, tempat kelompok yang bersekutu dengan Iran itu bermarkas.

Serangan berulang di bandara Riyadh

Pencegatan rudal terbaru terjadi di tengah meningkatnya serangan terhadap infrastruktur sipil Arab Saudi, termasuk bandara di wilayah tengah dan timur kerajaan.

Pada Minggu (11/10), seorang warga negara Pakistan tewas dan 11 orang lainnya terluka setelah sebuah proyektil yang belum diketahui asalnya menghantam Terminal 4 Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga memicu kebakaran.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan para korban luka telah dibawa ke rumah sakit. Pihak berwenang juga masih menilai kerusakan akibat insiden tersebut.

Serangan pada Minggu itu menjadi insiden keempat yang dilaporkan menyasar Bandara Riyadh dalam lima hari. Pasukan koalisi juga menyatakan pertahanan udara berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah di dekat bandara tersebut.

Sebelumnya, serangan rudal pada Sabtu (10/10) menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Insiden tersebut disebut sebagai serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade.

Rekaman yang dirilis televisi pemerintah Arab Saudi memperlihatkan sejumlah besar jemaah yang hendak melakukan perjalanan ke dua kota suci umat Islam berbaris di dekat sebuah gerbang bandara. Kilatan cahaya oranye terang membuat orang-orang berlarian panik, sementara sebagian atap bangunan terlihat ambruk.

Bandara kemudian ditutup setelah serangan tersebut.

Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan Sabtu. Mereka juga menyatakan telah menyerang Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Provinsi Timur, serta dua fasilitas milik perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco.

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengonfirmasi bahwa Bandara Dammam turut menjadi sasaran pada Minggu malam. Pemeriksaan kerusakan dan inspeksi keselamatan masih berlangsung.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Arab News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore