Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2026 | 21.39 WIB

Sekjen PBB Kutuk Keras Serangan Udara Mematikan di Myanmar

Pemandangan setelah ledakan di desa Kaung Tat, timur laut Myanmar, 31 Mei 2026 (Al Jazeera)

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres merasa prihatin dengan laporan mengenai serangan udara militer di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Antonio Guterres pun "mengutuk keras" serangan yang terus berlanjut terhadap warga sipil, kata juru bicara Stephane Dujarric, Selasa (29/9).

"Sekretaris Jenderal mengutuk keras serangan-serangan ini dan menyerukan kepada semua pihak untuk segera mengakhiri kekerasan demi melindungi warga sipil serta mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional," kata Dujarric kepada wartawan, sembari menuntut agar pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban, dilansir dari Antara, Rabu (30/9).

Dujarric menjelaskan bahwa serangan pada 28 September di dekat sebuah pasar di kota Kalchau dilaporkan menewaskan 50 orang dan melukai hampir 60 orang lainnya, dengan banyak korban selamat menderita luka parah.

Dia mencatat bahwa serangan tersebut memperjelas fakta bahwa belum ada kondisi yang memungkinkan pemulangan yang aman, sukarela, bermartabat, dan berkelanjutan bagi para pengungsi, termasuk komunitas Rohingya.

Pimpinan PBB itu mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk memfasilitasi akses yang "aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan" bagi PBB dan mitra kemanusiaan guna menyalurkan bantuan vital di mana pun bantuan tersebut dibutuhkan.

Guterres juga menyuarakan kekhawatiran yang sama dengan Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Kantor Hak Asasi Manusia PBB terkait laporan pemulangan sekitar 1.500 orang ke Myanmar oleh otoritas Malaysia, serta mendesak Kuala Lumpur untuk menghentikan proses tersebut dan segera menyetop deportasi lebih lanjut.

Malaysia mulai memulangkan 1.476 warga negara Myanmar pada Selasa menggunakan tiga kapal angkatan laut Myanmar.

Kelompok tersebut terdiri dari 1.370 laki-laki, 79 perempuan, 20 anak laki-laki, dan tujuh anak perempuan yang berusia antara 8 hingga 60 tahun, menurut laporan kantor berita pemerintah Malaysia, Bernama, yang mengutip Wakil Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Makhzan Mahyuddin.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore