Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 September 2026 | 02.18 WIB

Iran Disesak Beri Konsesi Nuklir Demi Gencatan Senjata

Kekhawatiran seputar program nuklir Iran telah meningkat setelah pengumuman Energi Atom internasional PBB minggu lalu. (Organisasi Energi Atom Iran melalui AP, File). - Image

Kekhawatiran seputar program nuklir Iran telah meningkat setelah pengumuman Energi Atom internasional PBB minggu lalu. (Organisasi Energi Atom Iran melalui AP, File).

JawaPos.com -  Iran didesak memberikan konsesi terkait program nuklirnya oleh para mediator. Hal ini dilakukan dalam upaya menghidupkan kembali negosiasi gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Menurut laporan The Wall Street Journal, seperti dikutip Anadolu pada Senin, inisiatif dari pihak penengah itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump menolak usulan Iran soal gencatan senjata selama tujuh hari guna membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri blokade AS terhadap pelabuhan Iran.

Para mediator menilai hal itu sebagai upaya, yang peluang keberhasilannya tipis, untuk mendorong Iran mengambil langkah terkait program nuklir. Sejauh ini, Iran belum menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka siap membahas masalah itu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Minggu (27/9) bahwa pihaknya tetap terbuka untuk berunding, tetapi akan memberikan respons jika aksi militer kembali dilakukan.

"Kami sepenuhnya siap jika perang kembali berlanjut. Kami akan bersikap tegas menghadapi setiap agresi baru dalam bentuk apa pun, bahkan jika itu berujung pada perang kiamat. Namun, pada saat yang sama, kami siap untuk jalur diplomasi. Pilihan ada di tangan Presiden Trump," kata Araghchi, dilansir dari Antara, Senin (28/9).

Sementara itu, pihak penengah dari Arab mengatakan Iran belum memberikan konsesi apa pun sejak Trump menolak usulan gencatan senjata dari Teheran.

Para pejabat Teluk mengatakan Iran ingin AS memberikan konsesi terlebih dahulu sebelum negosiasi dilanjutkan.

Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, yang negaranya berperan sebagai perantara pesan antara AS dan Iran, mengatakan konflik tersebut semakin sulit diselesaikan.

"Konflik ini sangat kompleks," katanya.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore