
Mark Zuckerberg saat diwawancarai Joanna Stern dari NBC News (NBC News)
JawaPos.com - Mark Zuckerberg menolak seruan agar perusahaan kecerdasan buatan (AI) bersama-sama memperlambat pengembangan teknologi tersebut. Pendiri sekaligus CEO Meta itu memilih agar setiap perusahaan menentukan sendiri langkah pengamanan AI. Sementara itu, peluncuran agen AI Muse ikut mendorong saham Meta dan turut mengangkat posisi Zuckerberg dalam daftar orang terkaya dunia.
Pandangan Zuckerberg itu berseberangan dengan CEO Anthropic Dario Amodei dan CEO OpenAI Sam Altman yang mendorong perusahaan AI mengatur laju pengembangan teknologi terdepan. Gagasan itu juga didukung salah satu pendiri Google DeepMind Demis Hassabis dan CEO xAI Elon Musk.
Dilansir dari NBC News, Sabtu (26/9/2026), Zuckerberg mengatakan, "Saya tidak berpikir kita membutuhkan semacam koordinasi di seluruh industri. Setiap laboratorium perlu meluangkan waktu dan, ketika melihat ada masalah, mengambil waktu yang diperlukan secara internal untuk memastikan mereka bergerak dengan aman," kata Zuckerberg.
Zuckerberg juga menilai kepentingan bisnis justru dapat mendorong perusahaan membangun AI yang aman. "Saya berpendapat bahwa ada banyak insentif komersial untuk melakukan hal ini dengan benar," ujarnya.
Menurut Zuckerberg, mekanisme pasar dapat menjadi pengaman karena pengguna akan meninggalkan produk yang tidak aman atau tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka. "Jika Anda membangun sebuah produk, orang tidak akan mau menggunakannya jika produk itu tidak melakukan apa yang mereka inginkan," katanya.
Muse, agen AI Meta yang dirilis pada 8 September, dapat memesan tiket pesawat, membalas surat elektronik, menyusun bahan riset hingga membatalkan langganan yang tidak digunakan. Dalam beberapa pekan setelah diluncurkan, Muse menjadi aplikasi gratis terpopuler di Apple App Store dan Google Play. Amazon dan Nvidia juga meluncurkan agen AI mereka, setelah OpenClaw lebih dahulu memopulerkan agen AI untuk konsumen.
Zuckerberg mengatakan Muse bahkan dapat memberikan masukan terhadap penampilan seni bela dirinya dengan mengakses kamera di area latihan. "Anda pada dasarnya akan memiliki asisten yang sangat mumpuni, yang memahami hal-hal yang Anda pedulikan," katanya.
Dia menilai perusahaan AI seharusnya lebih berfokus pada kemampuan sistem memahami keinginan pengguna serta mengelola informasi secara hati-hati. "Memastikan hal-hal itu akan menjadi kemampuan terpenting berikutnya agar AI selaras dengan apa yang sebenarnya diinginkan manusia di dunia," ujarnya.
Untuk membatasi tindakan Muse, Meta menggunakan agen AI lain bernama Sentinel yang mengawasi agen utama tersebut. Jika Sentinel mendeteksi Muse berpotensi melampaui kewenangannya, sistem dapat memberi tahu pengguna dan meminta persetujuan manusia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022