Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 September 2026 | 22.11 WIB

Qatar Bantah Tuduhan Netanyahu soal Jalankan Kampanye Pengaruhi Opini Publik

Benjamin Netanyahu dianggap menista agama karena membandingkan Yesus Kristus dengan Genghis Khan. (Jamaica Observer) - Image

Benjamin Netanyahu dianggap menista agama karena membandingkan Yesus Kristus dengan Genghis Khan. (Jamaica Observer)

JawaPos.com - Pemerintah Qatar membantah tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yanga mengatakan bahwa Doha telah menjalankan kampanye untuk memengaruhi opini publik agar menentang Israel.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari mengatakan tuduhan itu tidak lebih dari upaya Israel untuk mengalihkan perhatian dari tindakan jahatnya di wilayah Palestina yang diduduki.

"Kami dengan tegas menolak tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidatonya di Sidang Umum PBB bahwa Negara Qatar menjalankan kampanye untuk memengaruhi opini publik terhadap Israel," kata al-Ansari dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Antara, Jumat (25/9).

"Retorika yang terus ditujukan terhadap Qatar ini tidak lebih dari upaya mengalihkan perhatian dari kekejaman yang dilakukan pemerintahnya di wilayah Palestina dan konsekuensi kemanusiaan yang parah," katanya.

Al-Ansari juga membantah klaim bahwa meningkatnya kritik terhadap Israel di berbagai negara, terutama di kalangan generasi muda, merupakan hasil kampanye pengaruh yang terorganisasi.

"Mengaitkan perubahan opini publik global yang semakin besar, terutama di kalangan generasi muda, dengan tuduhan 'kampanye pengaruh' merupakan penghinaan terhadap kesadaran dan penilaian generasi yang menyaksikan secara langsung dan di hadapan seluruh dunia apa yang terjadi di lapangan dan membentuk pandangan mereka berdasarkan hal tersebut," katanya.

Dia mengatakan jika Netanyahu dan politisi Israel lainnya ingin mengubah pandangan dunia terhadap Israel, mereka seharusnya fokus pada kebijakan pemerintahnya, bukan sibuk menyalahkan Qatar atau pihak luar lainnya.

"Upaya untuk menyalahkan Qatar atau pihak lain atas perubahan opini publik global yang terbentuk dari apa yang disaksikan masyarakat sendiri kini tidak lagi meyakinkan," kata al-Ansari.

Dia meminta Israel mengubah kebijakannya, menghormati hukum internasional, dan bertanggung jawab atas tindakannya.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore