Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 September 2026 | 20.33 WIB

Tiga Kontainer Menuju Israel Ditahan Malaysia, Isinya Bikin Petugas Curiga

Malaysia dilaporkan menyita tiga kontainer yang terafiliasi Israel. (Royal News) - Image

Malaysia dilaporkan menyita tiga kontainer yang terafiliasi Israel. (Royal News)

JawaPos.com - Malaysia kembali menunjukan keberaniannya melawan Zionisme dengan menahan tiga kontainer di Pelabuhan Tanjung Pelepas, Johor. 

Berbeda dari penyitaan sebelumnya yang dikaitkan dengan dugaan pengiriman senjata, tiga kontainer yang ditahan pada 19 Agustus itu dilaporkan berisi komponen sepeda listrik.

Melansir Roya News, ketiganya diketahui dalam perjalanan menuju Pelabuhan Ashdod, Israel, dan hingga pertengahan September 2026 masih tertahan di Tanjung Pelepas karena otoritas Malaysia melakukan penyelidikan terhadap muatannya. Informasi tersebut pertama kali dilaporkan Bloomberg berdasarkan sumber yang mengetahui perkara tersebut. 

Sementara itu, berdasarkan dokumen pengiriman yang ditinjau Bloomberg menunjukkan komponen sepeda listrik itu diproduksi Chongqing Mobimax Technology Co., perusahaan asal Tiongkok. Data pelacakan dari A.P. Moller-Maersk juga menunjukkan ketiga kontainer masih berada di pelabuhan tersebut hampir sebulan setelah ditahan. 

Bukan Kasus Pertama

Penahanan tiga kontainer tersebut terjadi sekitar dua pekan setelah Malaysia menahan kontainer lain pada 7 Agustus. Kontainer sebelumnya berasal dari Filipina dan ditujukan kepada Elbit Systems, perusahaan teknologi pertahanan Israel

Otoritas Malaysia mencurigai muatan tersebut dapat berupa senjata dan kemudian melakukan pemeriksaan untuk memastikan sifat, spesifikasi, penggunaan serta klasifikasi barang.

Agensi Kawalan dan Perlindungan Sempadan Malaysia (AKPS) ketika itu mengatakan pengiriman tersebut diduga melanggar aturan yang melarang ekspor barang secara langsung maupun tidak langsung ke Israel. Otoritas juga menyelidiki kemungkinan barang tersebut masuk kategori barang strategis yang diatur dalam Strategic Trade Act 2010. 

Kasus tersebut membuat pengawasan terhadap pengiriman yang memiliki tujuan akhir Israel semakin mendapat perhatian. Dalam kasus terbaru, belum ada keterangan dari otoritas Malaysia yang menyatakan bahwa komponen sepeda listrik tersebut merupakan barang strategis atau telah terbukti melanggar hukum.

AKPS menyatakan perkara masih dalam penyelidikan dan belum memberikan informasi lebih lanjut. Pihak berwenang lainnya, termasuk otoritas pelabuhan Johor, juga masih meninjau kasus tersebut. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore