Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Agustus 2026 | 22.34 WIB

Nagasaki Kenang 74.000 Korban Bom Atom, Jepang Kembali Serukan Perlucutan Senjata Nuklir

Upacara di Taman Perdamaian Nagasaki, Nagasaki, Minggu 9 Agustus 2026, dalam rangka memperingati 81 tahun pengeboman atom Amerika Serikat di kota tersebut. (Kyodo) - Image

Upacara di Taman Perdamaian Nagasaki, Nagasaki, Minggu 9 Agustus 2026, dalam rangka memperingati 81 tahun pengeboman atom Amerika Serikat di kota tersebut. (Kyodo)

JawaPos.com - Kota Nagasaki, Jepang, memperingati 81 tahun serangan bom atom Amerika Serikat pada Minggu (9/8). Peringatan digelar ketika meningkatnya ketegangan geopolitik kembali memicu perdebatan mengenai penangkalan nuklir dan upaya mencegah penyebaran senjata nuklir.

Seperti dilansir Kyodo, Minggu (9/8), Wali Kota Nagasaki Shiro Suzuki diperkirakan menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk mendorong perlucutan senjata nuklir. Ia juga akan menegaskan bahwa manusia tidak dapat hidup berdampingan dengan senjata nuklir.

Serangan bom atom terhadap Nagasaki terjadi pada 9 Agustus 1945, tiga hari setelah Hiroshima dibom. Ledakan terjadi pukul 11.02 waktu setempat setelah bom plutonium "Fat Man" dijatuhkan dari pesawat pengebom Amerika Serikat.

Nagasaki hingga kini tercatat sebagai kota terakhir yang mengalami serangan nuklir dalam sejarah. Hening cipta digelar pada pukul 11.02 untuk mengenang para korban serangan tersebut.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga dijadwalkan menyampaikan pidato dalam upacara tersebut. Pernyataan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres juga akan dibacakan.

Peringatan tahun ini berlangsung di tengah perdebatan mengenai kemungkinan peninjauan kembali tiga prinsip nonnuklir Jepang, yakni tidak memproduksi, memiliki, atau mengizinkan senjata nuklir di wilayah Jepang.

Namun, Takaichi menegaskan setelah upacara peringatan bom atom Hiroshima pada Kamis bahwa pemerintah Jepang tetap mempertahankan kebijakan tersebut.

Upaya pengendalian senjata nuklir secara global juga menghadapi tantangan. Konferensi Peninjauan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) yang digelar setiap lima tahun itu berakhir pada Mei tanpa kesepakatan bersama untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Serangan bom atom Nagasaki diperkirakan menewaskan sekitar 74.000 orang hingga akhir 1945. Banyak korban lainnya mengalami dampak kesehatan akibat serangan tersebut.

Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945, yang sekaligus mengakhiri Perang Dunia II.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore