Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Agustus 2026 | 22.40 WIB

81 Tahun Bom Atom Nagasaki, Wali Kota: Lebih dari 12.000 Hulu Ledak Nuklir Masih Ada

Warga mengheningkan cipta di Taman Hiposenter di Prefektur Nagasaki pada Minggu 9 Agustus 2026. (Kyodo) - Image

Warga mengheningkan cipta di Taman Hiposenter di Prefektur Nagasaki pada Minggu 9 Agustus 2026. (Kyodo)

JawaPos.com - Nagasaki memperingatkan meningkatnya risiko perang nuklir pada peringatan 81 tahun serangan bom atom Amerika Serikat. Kota di barat daya Jepang itu mendesak negara-negara pemilik senjata nuklir dan negara yang mengandalkan penangkalan nuklir untuk menyadari bahayanya.

Seperti dilansir Kyodo, Minggu (9/8), Wali Kota Nagasaki Shiro Suzuki menyampaikan peringatan tersebut dalam Deklarasi Perdamaian yang dibacakan pada upacara peringatan serangan bom atom.

"Senjata nuklir bukanlah kejahatan yang diperlukan, melainkan kejahatan mutlak dan tidak akan pernah bisa hidup berdampingan dengan manusia," kata Suzuki.

Ia juga menyebut konsep penangkalan nuklir sebagai sesuatu yang "sangat berbahaya dan rapuh". Peringatan tahun ini berlangsung ketika ketegangan geopolitik meningkat, termasuk akibat konflik di Timur Tengah dan invasi Rusia ke Ukraina.

Hening cipta digelar pada pukul 11.02 waktu setempat, saat bom plutonium berkode "Fat Man" dijatuhkan pesawat pengebom Amerika Serikat dan meledak di atas Nagasaki. Kota tersebut hingga kini menjadi lokasi terakhir yang mengalami serangan nuklir.

Suzuki menyoroti masih adanya lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir di dunia. Ia mengkhawatirkan situasi konflik di Ukraina dan Timur Tengah yang melibatkan negara-negara pemilik senjata nuklir dapat berkembang secara tidak terduga.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga menyampaikan pidato dalam upacara tersebut. Setelah sempat mendapat protes singkat dari sebagian hadirin, Takaichi kembali menegaskan bahwa pemerintah Jepang tetap mempertahankan tiga prinsip nonnuklir.

Tiga prinsip tersebut meliputi tidak memproduksi, memiliki, atau mengizinkan senjata nuklir berada di wilayah Jepang. Takaichi mengatakan Jepang akan mendorong upaya yang "realistis dan praktis" untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir.

Ia juga menekankan pentingnya masyarakat dunia memahami secara akurat kenyataan yang dialami para korban serangan bom atom Hiroshima dan Nagasaki.

Suzuki turut menyoroti kegagalan Konferensi Peninjauan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) pada Mei lalu menghasilkan dokumen akhir. Konferensi yang digelar di New York itu kembali berakhir tanpa konsensus, untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore