Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 04.24 WIB

Trump Kenakan Tarif Polysilicon untuk Panel Surya dan Semikonduktor, Kurangi Ketergantungan Tiongkok

Panel surya beroperasi di sebuah ladang energi di Christiana, Tennessee, AS / Foto: (Politico) - Image

Panel surya beroperasi di sebuah ladang energi di Christiana, Tennessee, AS / Foto: (Politico)

JawaPos.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperluas strategi pengamanan rantai pasok teknologi dengan mengenakan tarif terhadap polysilicon, bahan penting dalam pembuatan panel surya dan semikonduktor. Kebijakan ini menargetkan salah satu titik penting yang selama ini membuat industri Amerika bergantung pada pasokan dari Tiongkok.

Trump pada Kamis (6/8) menetapkan tarif 15 persen terhadap impor polysilicon dan produk turunannya. Kebijakan tersebut juga menetapkan harga minimum bagi polysilicon, ingot dan wafer polysilicon, sel surya, serta modul surya. Dengan demikian, Washington tidak hanya menaikkan biaya impor, tetapi berupaya membangun kembali rantai produksi dari bahan dasar hingga produk akhir di dalam negeri.

Dilansir dari Politico, Jumat (7/8/2026), putusan itu merupakan hasil penyelidikan Departemen Perdagangan yang dimulai Juli tahun lalu mengenai risiko keamanan nasional dalam rantai pasok polysilicon. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan, “Ini akan membawa rantai pasok ke sini. Industri ini sudah ada di sini, tetapi masih terlalu kecil, dan akan berkembang pesat.”

Polysilicon memiliki posisi strategis karena digunakan dalam dua sektor sekaligus. Material ini menjadi bahan dasar produksi panel surya, sekaligus digunakan dalam semikonduktor yang menopang perangkat elektronik sehari-hari, seperti ponsel dan laptop, serta perangkat keras militer. Karena itu, Washington melihat penguasaan rantai pasok material tersebut bukan sekadar persoalan perdagangan, tetapi juga ketahanan teknologi dan keamanan nasional.

Namun, penerapan tarif tidak berlangsung segera. Kebijakan baru berlaku 4 Desember, setelah pemilu paruh waktu November dan rencana pertemuan Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada September. Penundaan tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan Trump masih harus menyeimbangkan agenda pemindahan produksi dengan kekhawatiran pemilih terhadap harga tinggi serta negosiasi dagang yang rapuh dengan Beijing.

Selain tarif, pemerintah AS memasukkan klausul untuk mencegah perusahaan menimbun polysilicon dan produk terkait sebelum tarif berlaku. Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS dapat membatasi impor apabila menemukan indikasi perusahaan sengaja menimbun barang untuk menghindari beban tarif yang lebih tinggi.

Hal tersebut menjadi bagian dari upaya Washington memutus titik ketergantungan Tiongkok dalam berbagai rantai pasok strategis, termasuk turbin angin dan robotika. S&P Global menyebut Tiongkok memiliki posisi nyaris monopoli dalam produksi polysilicon. Pada saat yang sama, Beijing baru menerapkan kontrol baru terhadap ekspor drone ke AS, menambah ketegangan dalam perebutan kendali atas teknologi strategis.

Dampaknya juga berkaitan langsung dengan ambisi AS membangun infrastruktur kecerdasan buatan(AI). Trump menegaskan, “AS akan memiliki persentase besar dari bisnis cip ketika saya meninggalkan jabatan.” Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana kebijakan polysilicon ditempatkan dalam agenda yang lebih luas untuk memperbesar kapasitas manufaktur teknologi domestik.

Bagi industri surya AS, kebijakan tersebut bahkan dipandang sebagai perubahan besar dalam perlindungan perdagangan. Jon Toomey, presiden Coalition for a Prosperous America, menyebutnya “tindakan perlindungan perdagangan global paling signifikan bagi industri polysilicon dan surya Amerika di era modern.” Dia mengatakan, untuk pertama kalinya AS melindungi seluruh rantai pasok surya melalui satu kebijakan sekaligus memberi insentif bagi produsen yang membangun fasilitas di dalam negeri.

Toomey juga menilai perlindungan tersebut memperkuat rantai pasok semikonduktor AS. “Pada saat yang sama, kebijakan ini mengambil langkah signifikan untuk memperkuat rantai pasok semikonduktor domestik,” ujarnya. Dengan demikian, kebijakan Trump bukan semata soal tarif, melainkan upaya menggeser pusat produksi material strategis dari rantai pasok yang didominasi Tiongkok menuju ekosistem industri AS.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore