
Pakar satwa liar Koji Yamazaki memperlihatkan seekor beruang hitam yang telah dilumpuhkan selama kegiatan penelitian di Nikko, Prefektur Tochigi, pada 2024. (Dok. Koji Yamazaki/Kyodo)
JawaPos.com - Pemerintah Jepang mengubah kebijakan pengelolaan beruang setelah rekor serangan terhadap manusia terjadi sepanjang tahun fiskal 2025. Dari semula berfokus pada perlindungan satwa liar, pemerintah kini mulai aktif mengurangi populasi beruang di sejumlah wilayah.
Seperti dilansir Kyodo, Sabtu (1/8), sepanjang tahun fiskal 2025 tercatat 238 orang diserang beruang di Jepang. Sebanyak 13 orang di antaranya meninggal dunia, menjadi angka tertinggi yang pernah tercatat.
Pemerintah menilai meningkatnya konflik antara manusia dan beruang tidak hanya dipicu pertumbuhan populasi satwa tersebut. Penyusutan penduduk di pedesaan serta semakin banyaknya lahan pertanian yang terbengkalai membuat hutan meluas hingga mendekati permukiman.
Kondisi itu menghilangkan zona penyangga yang selama ini memisahkan habitat beruang dengan kawasan tempat tinggal manusia. Akibatnya, pertemuan antara manusia dan beruang semakin sering terjadi.
Sebagai bagian dari kebijakan baru, pemerintah menetapkan beruang sebagai satwa yang populasinya perlu dikendalikan sejak 2024. Target pengurangan populasi kemudian disusun untuk tahun fiskal 2026 hingga 2030.
Di kawasan Tohoku, yang menjadi pusat populasi sekaligus lokasi terbanyak serangan, jumlah beruang ditargetkan turun menjadi sekitar 12.000 ekor pada 2030 dari perkiraan saat ini sebanyak 19.237 ekor. Sementara itu, target populasi di wilayah Chubu ditetapkan 11.000 ekor dan di Kanto, yang mencakup Tokyo, sekitar 2.000 ekor.
Pemerintah juga mulai melakukan sensus beruang secara nasional sejak Juni. Lebih dari 800 kamera akan dipasang di enam prefektur di Tohoku serta Prefektur Niigata untuk memperkirakan populasi beruang hitam secara lebih akurat.
Direktur Kantor Perlindungan dan Pengelolaan Satwa Liar Kementerian Lingkungan Jepang, Shinjiro Sasaki, mengatakan data populasi yang akurat sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian. Selama ini, setiap prefektur menggunakan metode survei yang berbeda sehingga hasilnya sulit dibandingkan.
Kamera dipasang sekitar 1,5 meter dari permukaan tanah dengan umpan untuk merekam beruang yang berdiri menggunakan dua kaki. Melalui cara itu, petugas dapat mengenali setiap individu dari tanda putih berbentuk bulan sabit di bagian dadanya.
Laporan hasil sensus diperkirakan selesai sebelum akhir tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2027. Pemerintah berharap data tersebut menjadi dasar penentuan jumlah beruang yang perlu dikendalikan setiap tahun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022