Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Juli 2026 | 02.40 WIB

Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar

Ilustrasi Iran dilaporkan tembakkan rudal ke pangkalan militer AS di Arab Saudi. (RoyaNews) - Image

Ilustrasi Iran dilaporkan tembakkan rudal ke pangkalan militer AS di Arab Saudi. (RoyaNews)

JawaPos.com - Iran dinilai mulai mengubah strategi konfrontasinya dengan Amerika Serikat. Serangan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Yordania dan penyitaan tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz disebut bukan lagi sekadar aksi balasan, melainkan upaya Teheran mengambil inisiatif dan memaksa Washington menghadapi konflik yang lebih luas.

Penilaian tersebut mengemuka setelah Iran melancarkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania pada Rabu dini hari waktu Teheran. Beberapa jam kemudian, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengumumkan telah menyerang dan menahan tiga kapal tanker minyak yang disebut melakukan pelanggaran di Selat Hormuz.

Melansir Iran International, dua aksi tersebut dinilai menjadi sinyal perubahan pendekatan Iran dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat. Jika sebelumnya Teheran lebih banyak merespons langkah Washington, kini Iran disebut berupaya mengendalikan ritme eskalasi konflik.

Iran Paksa AS Bertindak

Analis politik Ruhollah Rahimpour mengatakan operasi militer yang dilakukan Iran merupakan bagian dari strategi yang telah diperhitungkan untuk meningkatkan ketegangan di kawasan.

"Saya pikir operasi rudal semalam di Yordania dan operasi di Selat Hormuz merupakan bagian dari strategi Republik Islam untuk meningkatkan ketegangan dan mencoba mempercepat pecahnya perang skala penuh dengan Amerika Serikat dan Israel, memaksa mereka masuk ke dalam konflik sebelum benar-benar siap," kata Rahimpour.

Menurutnya, Teheran tidak lagi hanya bereaksi terhadap tekanan Amerika Serikat, tetapi berusaha menciptakan kondisi yang memaksa Washington dan Israel mengambil keputusan dalam situasi yang kurang menguntungkan.

Tekanan Ekonomi Jadi Alasan Perubahan Strategi

Pandangan serupa disampaikan analis politik Shahir Shahid Saless. Ia menilai kepemimpinan Iran mulai menganggap mempertahankan situasi saat ini tidak lagi menguntungkan, terutama karena tekanan ekonomi dan blokade maritim yang terus berlangsung.

Menurut Shahid Saless, Teheran melihat strategi Amerika Serikat selama ini bertujuan mempertahankan kondisi "tidak perang, tidak damai" agar Iran terus melemah secara bertahap.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore