
Greg Twinney, CEO General Fusion, saat menghadiri Web Summit Vancouver 2026 di Vancouver, Kanada / Foto: (Sherwood News)
JawaPos.com — Perlombaan mengembangkan energi fusi nuklir memasuki fase baru setelah General Fusion, perusahaan rintisan asal Kanada yang didukung pendiri Amazon Jeff Bezos, resmi melantai di Nasdaq melalui merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) Spring Valley Acquisition Corp III.
Langkah ini menjadikan General Fusion sebagai perusahaan publik murni pertama yang berfokus pada pengembangan energi fusi, teknologi yang selama puluhan tahun dipandang sebagai "energi masa depan" karena menjanjikan listrik bersih dalam jumlah sangat besar, tetapi belum berhasil dikomersialkan.
Berbeda dengan pembangkit fisi nuklir yang membelah atom, General Fusion berupaya menghasilkan energi dengan menggabungkan inti atom hidrogen sehingga menciptakan reaksi seperti yang terjadi di Matahari dan bintang.
Perusahaan mengembangkan pendekatan Magnetized Target Fusion, yakni memadukan medan magnet dan gelombang kejut untuk memampatkan plasma hingga mencapai suhu ekstrem. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan listrik bebas emisi yang stabil untuk menopang lonjakan kebutuhan energi global, terutama akibat ekspansi kecerdasan buatan (AI), pusat data, manufaktur maju, dan elektrifikasi.
Dilansir dari Sherwood News, Rabu (15/7/2026), Chief Executive Officer General Fusion Greg Twinney mengatakan dunia tengah memasuki era permintaan energi yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Dunia membutuhkan lebih banyak energi, dan idealnya energi itu bersih, andal, serta mampu memasok beban dasar. Itulah yang ingin kami hadirkan melalui energi fusi," ujarnya.
Menurut Twinney, tantangan terbesar bukan lagi membuktikan konsep dasar fusi, melainkan mereplikasi kondisi yang secara alami hanya terjadi di Matahari dan bintang. "Untuk membangun pembangkit listrik fusi, Anda harus menciptakan kembali kondisi yang serupa dengan Matahari dan bintang di dalam sebuah mesin," katanya.
Target ilmiah perusahaan dimulai dengan pencapaian suhu plasma 10 juta derajat, kemudian 100 juta derajat, sebelum memenuhi Kriteria Lawson pada 2028, yakni kondisi ketika energi yang dihasilkan reaksi fusi setara dengan energi yang dibutuhkan untuk memicunya. Selanjutnya, General Fusion menargetkan pembangkit listrik fusi komersial pertamanya mulai beroperasi pada 2035.
Untuk mewujudkan target tersebut, perusahaan memasuki pasar modal dengan dana sekitar 150 juta dolar AS atau sekitar Rp2,71 triliun (dengan kurs Rp18.090 per dolar AS). Twinney menegaskan dana itu cukup untuk mendanai tahapan pengembangan berikutnya. "Kami memiliki modal yang kami butuhkan untuk mencapai tonggak-tonggak ilmiah yang sangat penting itu," katanya. Menurutnya, mesin utama perusahaan telah selesai dibangun, mengantongi izin operasi, dan mampu memampatkan plasma sehingga sebagian besar ketidakpastian biaya telah terlewati.
Dukungan Jeff Bezos menjadi salah satu perhatian investor. Namun, Twinney menegaskan Bezos hanyalah salah satu dari banyak investor yang telah mendanai perjalanan perusahaan. Selain Bezos, pendanaan juga berasal dari sovereign wealth fund, investor bernilai aset tinggi, serta perusahaan modal ventura yang secara keseluruhan telah menghimpun sekitar 400 juta dolar AS sebelum perusahaan masuk ke bursa saham.
Twinney menilai meningkatnya investasi AI justru memperkuat prospek energi fusi, bukan menggesernya. Menurutnya, ledakan pembangunan pusat data memperbesar kebutuhan listrik dalam jangka panjang. "Di balik seluruh investasi AI itu, dunia tetap membutuhkan energi. Itulah peluang jangka panjang bernilai triliunan dolar AS yang ingin kami raih melalui komersialisasi fusi," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022