Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Agustus 2026 | 04.42 WIB

Bezos Bawa Ambisi AI ke Dunia Fisik, Project Prometheus Sewa Fasilitas Manufaktur di Oakland

Jeff Bezos, pendiri Amazon dan salah satu pendiri Project Prometheus (247 Wall St) - Image

Jeff Bezos, pendiri Amazon dan salah satu pendiri Project Prometheus (247 Wall St)

JawaPos.com - Jeff Bezos mulai membawa ambisi kecerdasan buatannya (AI) ke dunia manufaktur. Project Prometheus, perusahaan AI yang didirikannya bersama Vik Bajaj, menyewa fasilitas seluas 100.000 kaki persegi di kompleks American Steel, West Oakland. Perusahaan yang bernilai sekitar USD 41 miliar atau Rp732,3 triliun dengan kurs Rp17.860 per dolar AS tersebut kini beroperasi di kawasan yang mulai menarik investasi teknologi dan manufaktur maju.

Menurut San Francisco Business Times, perjanjian sewa di 1960 Mandela Parkway terungkap melalui catatan properti. Prometheus tidak memberikan pernyataan mengenai transaksi tersebut. KALW, stasiun radio publik di San Francisco Bay Area, juga melaporkan belum memperoleh tanggapan dari perusahaan maupun pemilik properti. Fasilitas itu diperkirakan menjadi lokasi manufaktur, bukan kantor riset tambahan.

Dilansir dari 247 Wall St, Rabu (19/8/2026), Prometheus mengembangkan AI yang ditujukan untuk mempercepat proses dari penemuan hingga pembuatan produk fisik.

Dalam wawancara dengan CNBC pada 11 Juni, Bezos mengatakan, "Apa yang mendorong kekayaan suatu bangsa? Apa yang mendorong kemakmuran peradaban? Jawabannya adalah penemuan."

Karena itu, Prometheus tidak sekadar mengembangkan AI yang belajar dari teks dan data digital. Perusahaan membangun apa yang disebut "artificial general engineer", sistem AI yang belajar melalui eksperimen fisik dan uji coba untuk memperpendek waktu pengembangan produk seperti cip, mesin jet, baterai, panel surya, hingga obat-obatan. 

Bezos mengatakan, "Tujuan kami di Prometheus adalah membangun seperangkat alat yang mempercepat siklus penemuan itu. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki sesuatu? Berapa lama dari gagasan hingga benar-benar diproduksi dan menjadi benda yang berguna?"

Didirikan pada November 2025, Prometheus telah merekrut lebih dari 120 karyawan dari Meta, OpenAI, dan DeepMind. Kantor pusatnya berada di San Francisco, dengan operasi di London dan Zurich. Perusahaan menyebut peluangnya mencakup “ekonomi fisik” senilai sekitar USD 70 triliun, meski angka tersebut merupakan gambaran ambisi perusahaan, bukan ukuran pasar yang diverifikasi secara independen.

Dari sisi modal, Prometheus diluncurkan dengan USD 6,2 miliar atau sekitar Rp110,7 triliun. Pada 11 Juni 2026, perusahaan menggalang USD 12 miliar atau sekitar Rp214,3 triliun dalam pendanaan Seri B, sehingga total pendanaannya melampaui USD 18 miliar. Valuasinya kini sekitar USD 41 miliar.

Bezos melihat teknologi tersebut sebagai sesuatu yang sebelumnya hanya menjadi gagasan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore