
Ledakan roket New Glenn milik Blue Origin saat uji coba di Cape Canaveral / Foto: The New York Times
JawaPos.com — Ledakan di fasilitas uji Blue Origin milik Jeff Bezos di Cape Canaveral memberi pukulan besar bagi rencana ekspansi internet satelit Amazon.
Insiden ini menunda program Kuiper dan pada saat yang sama memberi ruang lebih longgar bagi SpaceX milik Elon Musk untuk memperkuat posisi melalui Starlink dalam persaingan membangun jaringan internet dari orbit rendah Bumi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Blue Origin dan Amazon berupaya mengejar ketertinggalan dari SpaceX yang sudah lebih dulu menguasai peluncuran satelit dalam skala besar.
Baca Juga:SpaceX Pegang 18.712 Bitcoin, Grayscale Prediksi IPO Elon Musk Ubah Peta Raja Korporasi BTC
Elon Musk mempercepat ekspansi Starlink melalui peluncuran berulang yang efisien, sementara Amazon menyiapkan jaringan Kuiper—yang kini juga disebut Amazon Leo—untuk layanan internet global yang menyasar pengguna umum, penerbangan, hingga sektor pemerintahan.
Dilansir dari The New York Times, Senin (1/6/2026), ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat saat uji coba roket New Glenn di Cape Canaveral. Insiden ini memicu kekhawatiran besar di industri. “Ini adalah momen keterkejutan kolektif sekaligus kemunduran besar,” kata Chad Anderson, investor Space Capital, menggambarkan besarnya guncangan yang dirasakan ekosistem peluncuran antariksa.
Ledakan tersebut tidak hanya menghancurkan kendaraan uji, tetapi juga merusak infrastruktur penting di landasan peluncuran. Struktur baja utama dan sistem hidrolik di bawah platform ikut terdampak serius. Karena Blue Origin hanya memiliki satu fasilitas peluncuran aktif, pemulihan diperkirakan memakan waktu panjang serta biaya yang sangat besar.
Situasi ini menjadi pukulan bagi Amazon yang bergantung pada New Glenn untuk meluncurkan puluhan satelit Kuiper sekaligus. Dengan kapasitas hingga 48 satelit dalam satu peluncuran, keterlambatan ini memperburuk keterbatasan kapasitas peluncuran global yang sudah menjadi hambatan utama industri. “Seluruh ekosistem ekonomi antariksa harus melewati gerbang yang sama,” ujar Kim Burke dari Quilty Space, menyoroti sempitnya kapasitas peluncuran dunia.
Jeff Bezos menyatakan bahwa proyek tersebut tetap akan dilanjutkan meski mengalami kemunduran besar. “Hari ini benar-benar berat, tetapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu diperbaiki dan kembali terbang. Ini tetap sepadan,” tulisnya di media sosial, yang menunjukkan bahwa Blue Origin masih mempertahankan komitmen jangka panjang pada pengembangan infrastruktur luar angkasa.
Dari sisi analis, dampaknya dinilai serius namun tidak sampai mengubah arah kompetisi secara fundamental. Carissa Christensen dari BryceTech mengatakan, “Saya tidak melihat ini sebagai akhir permainan, bahkan bukan perubahan besar, tetapi tetap mengecewakan,” dengan pandangan bahwa industri antariksa masih terus bergerak meski diguncang insiden teknis besar.
Di saat yang sama, SpaceX berada pada posisi paling diuntungkan dari tertundanya peluncuran Kuiper Amazon akibat insiden Blue Origin, karena Starlink semakin leluasa memperluas jaringan internet orbit rendah yang menjadi infrastruktur utama konektivitas global di masa depan.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
