
Ilustrasi situasi perairan di Selat Hormuz. (Reuters)
JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran setelah tiga kapal tanker diserang di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia.
Komando Pusat Militer AS atau US Central Command (Centcom) mengklaim telah menghantam lebih dari 80 target, termasuk lebih dari 60 kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di perairan internasional.
Melansir BBC, serangan tersebut langsung memicu kecaman keras dari Teheran. Pemerintah Iran menilai aksi militer Washington melanggar nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang baru disepakati kedua negara bulan lalu dan memperingatkan akan mengambil langkah balasan demi melindungi kepentingan nasionalnya.
Baca Juga:Enam Kali Letusan Beruntun Anak Krakatau, Kolom Abu Hitam Pekat Mengarah ke Barat laut dan Utara
Dalam pernyataannya pada Selasa (7/7) Centcom menyebut operasi militer itu bertujuan memberikan konsekuensi berat kepada pihak yang menyerang kapal dagang.
"Serangan ini dilakukan untuk memberikan biaya yang sangat besar kepada pihak yang menargetkan dan menyerang kapal-kapal komersial yang diawaki warga sipil tak bersalah di jalur pelayaran internasional," demikian pernyataan Centcom.
Selain menghancurkan lebih dari 60 kapal cepat IRGC, militer AS mengatakan telah menyerang lokasi peluncuran rudal dan pusat komando Iran. Namun, Washington tidak mengungkapkan secara rinci lokasi target yang diserang.
Iran Sebut AS Langgar Kesepakatan
Wakil Menteri Luar Negeri Iran menyatakan serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap memorandum yang ditandatangani Washington dan Teheran bulan lalu. Menurutnya, Iran akan mengambil tindakan tegas sebagai respons.
Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam keputusan AS mencabut pengecualian sementara terhadap sanksi minyak Iran, yang sebelumnya menjadi bagian dari kesepakatan kedua negara.
Dalam pernyataannya, kementerian menyebut langkah Washington menunjukkan 'itikad buruk, inkonsistensi, dan ketidakdapatdipercayaan pemerintah Amerika Serikat'.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
