
Bendera negara-negara anggota BRICS disiapkan menjelang sesi foto bersama pada KTT BRICS di Xiamen, Tiongkok (Reuters)
JawaPos.com - Selama puluhan tahun, dolar Amerika Serikat menjadi fondasi utama sistem keuangan global, digunakan sebagai mata uang cadangan terbesar dunia sekaligus alat pembayaran dominan dalam perdagangan internasional.
Namun, meningkatnya ambisi negara-negara berkembang untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar mulai membuka wacana baru mengenai kemungkinan munculnya alternatif sistem keuangan global.
Perubahan teknologi pembayaran digital dan meningkatnya kerja sama ekonomi antarnegara anggota BRICS kini memperkuat perdebatan tentang masa depan sistem moneter dunia. Kelompok yang terdiri atas Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan itu mulai mengeksplorasi berbagai mekanisme pembayaran alternatif, meskipun masih menghadapi tantangan besar untuk mengubah visi bersama menjadi kebijakan nyata.
Dilansir dari Reuters, Selasa (7/7/2026), ekonom Inggris Jim O'Neill, pencetus istilah BRIC saat bekerja di Goldman Sachs, mengatakan perkembangan teknologi pembayaran telah mengubah pandangannya mengenai peluang BRICS membangun alternatif terhadap sistem berbasis dolar.
"Sekitar 18 bulan lalu, jika Anda bertanya kepada saya tentang semua ini, saya akan mengatakan bahwa gagasan negara-negara BRICS dapat menciptakan semacam kendaraan keuangan alternatif adalah sebuah fantasi," ujar O'Neill.
Menurut O'Neill, dominasi dolar selama beberapa dekade turut membentuk pandangan bahwa sistem moneter global sulit berubah. Dia merujuk pada warisan sistem Bretton Woods yang runtuh pada 1970-an dan bagaimana dolar kemudian mempertahankan posisi sentral dalam perdagangan serta cadangan devisa internasional.
"Siapa yang benar-benar tahu seperti apa sistem moneter di masa depan?" katanya.
Meski demikian, upaya de-dolarisasi masih berada dalam tahap perkembangan. Banyak negara berkembang berupaya mengurangi penggunaan dolar dalam perdagangan, investasi, maupun cadangan bank sentral. Namun, hingga kini dolar tetap menjadi mata uang cadangan dan perdagangan paling dominan di dunia.
O'Neill menilai BRICS memiliki kekuatan simbolis besar dalam mendorong perubahan ekonomi global, tetapi pencapaiannya masih terbatas.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
