Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Juli 2026 | 14.26 WIB

Rupiah Berpotensi Kembali Tertekan pada 2 Juli Imbas Defisit Neraca Perdagangan

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) berpotensi kembali melemah pada perdagangan Kamis (2/7), usai ditutup menguat 43 poin menjadi Rp 17.950 per dollar AS pada perdagangan Rabu (1/7).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen negatif dari dalam negeri. Khususnya data rilis neraca perdagangan Indonesia periode Mei 2026.

"Untuk perdagangan (1/7) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.950-Rp 18.010," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Kamis (2/7).

Ibrahim mengatakan, rilis neraca perdagangan Indonesia yang mengalami defisit hingga USD 1,61 miliar atau yang pertama sejak 6 tahun merupakan salah satu hal yang dicermati oleh pelaku pasar.

Kondisi defisit itu disebabkan nilai impor yang lebih tinggi dari ekspor. Impor Indonesia pada Mei tercatat sebesar USD 24,81 miliar, sedangkan ekspor RI USD 23,20 miliar.

Ini adalah defisit pertama RI sejak surplus selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020.

“Pasar merespon negatif terhadap rilis data Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) pada Mei 2026 defisit USD 1,61 miliar,” ujarnya.

Ia mengatakan, defisit pada Mei 2026 disebabkan pada komoditas migas sebesar defisit USD 3,76 miliar dengan penyumbang defisit komoditas migas hasil minyak dan minyak mentah.

Berdasarkan catatan BPS, impor memang meningkat hingga 22,16 persen jika dibandingkan Mei 2025.

Pelaku pasar, tutur Ibrahim, juga mencermati angka inflasi tahunan di Indonesia pada juni yang berada di level 3,34 persen year on year (yoy).

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore