
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah kembali menyentuh Rp 18.000 per dollar AS pada perdagangan Rabu (8/7). Berdasarkan data Google Finance, Rupiah menyentuh angka Rp 18.000 dimulai pada pukul 03:40 WIB.
Pergerakan rupiah sempat beberapa kali kembali kebawah Rp 18.000 dan mulai tertekan rally yang cukup signifikan dimulai pukul 08:15 WIB sebelum akhirnya ditutup di level Rp 18.050 per dollar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah hingga kembali menembus level Rp 18.000 per dolar AS dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang masih membebani pasar.
Dari sisi eksternal, ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Amerika Serikat melakukan serangan terhadap fasilitas Iran di kawasan Selat Hormuz menyusul intervensi Iran terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran strategis tersebut.
Menurutnya, situasi semakin sensitif karena bertepatan dengan masa berkabung dan prosesi pemakaman Ayatullah Khomeini beserta keluarganya. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran bahwa Iran akan memberikan respons balasan atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat.
"Padahal sebelumnya Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa selama lima hari masa berkabung Amerika tidak akan melakukan penyerangan terhadap Iran. Namun pada kenyataannya serangan tetap terjadi. Hal ini kembali meningkatkan ketegangan di kawasan," ujar Ibrahim dalam rekaman video yang diterima JawaPos.com, Rabu (8/7).
Sementara dari dalam negeri fundamental ekonomi Indonesia juga masih menghadapi sejumlah tantangan. Dimana, neraca perdagangan pada semester II dinilai mengalami pelemahan, sementara defisit anggaran telah mencapai sekitar 2,86 persen, lebih tinggi dibandingkan target sekitar 2,68 persen.
Di sisi lain, meskipun cadangan devisa Indonesia mengalami kenaikan, menurutnya kondisi tersebut belum cukup kuat menopang nilai tukar karena secara tren masih menunjukkan penyusutan dalam dua tahun terakhir.
Faktor lain yang turut membebani rupiah adalah meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor, terutama manufaktur dan infrastruktur, akibat banyaknya perusahaan yang menghentikan operasionalnya.
"Tekanan dari faktor eksternal maupun internal masih sangat kuat. Karena itu, peluang rupiah untuk kembali menguat signifikan ke bawah level Rp 18.000 per dolar AS masih cukup sulit dalam waktu dekat," pungkasnya.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
