Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Juli 2026 | 20.45 WIB

Amazon Kantongi Satelit yang Cukup untuk Luncurkan Layanan Internet Leo, Siap Beroperasi Akhir Tahun

Roket Atlas V milik United Launch Alliance berada di landasan peluncuran di Cape Canaveral sambil membawa satelit internet Amazon sebelum diluncurkan. / Foto: (Al Jazeera) - Image

Roket Atlas V milik United Launch Alliance berada di landasan peluncuran di Cape Canaveral sambil membawa satelit internet Amazon sebelum diluncurkan. / Foto: (Al Jazeera)

JawaPos.com — Amazon mencapai tonggak penting dalam pengembangan bisnis internet satelit setelah mengantongi jumlah satelit yang dinilai cukup untuk mulai mengoperasikan layanan Leo pada akhir tahun ini. 

Pencapaian tersebut menjadi fase baru strategi perusahaan dalam membangun infrastruktur konektivitas berbasis satelit di orbit rendah Bumi sekaligus memperluas persaingan pada industri internet antariksa global yang selama ini didominasi Starlink milik SpaceX.

Tonggak tersebut diraih setelah Amazon meluncurkan 29 satelit menggunakan roket Atlas V milik United Launch Alliance pada Kamis dini hari waktu Amerika Serikat. Peluncuran itu menambah jumlah konstelasi Amazon menjadi lebih dari 390 satelit, yang menurut perusahaan telah memenuhi syarat untuk menghadirkan layanan internet secara berkelanjutan pada wilayah lintang awal sebelum jangkauannya diperluas melalui peluncuran berikutnya.

Dilansir dari CNBC, Senin (6/7/2026), Wakil Presiden Bisnis dan Produk Amazon Leo, Chris Weber, mengatakan, "Konstelasi kami kini cukup untuk mendukung layanan berkelanjutan di wilayah operasional awal.” Dia menambahkan, "Kami telah menyelesaikan peluncuran yang cukup untuk memulai layanan awal tahun ini. Misi-misi berikutnya akan menambah cakupan dan kapasitas." 

Amazon belum merinci negara atau kawasan yang akan menjadi wilayah layanan perdana. Perusahaan hanya menyatakan bahwa cakupan jaringan akan diperluas secara bertahap seiring bertambahnya jumlah satelit di orbit. Meski demikian, layanan perdana Leo diperkirakan masih terbatas pada sejumlah wilayah geografis tertentu. 

Amazon menyatakan setiap misi peluncuran berikutnya akan meningkatkan cakupan sekaligus kapasitas jaringan. Sebelumnya, perusahaan telah membuka layanan pratinjau bagi sejumlah pelanggan korporasi, namun layanan untuk konsumen maupun instansi pemerintah hingga kini belum diluncurkan.

Langkah tersebut menjadi perkembangan penting bagi Amazon yang berupaya memperkuat posisinya di pasar internet satelit orbit rendah Bumi. Tantangan terbesarnya datang dari Starlink milik SpaceX yang memulai pengembangan sekitar empat tahun lebih awal dan kini telah mengoperasikan lebih dari 10.000 satelit dengan basis pelanggan melampaui 10 juta pengguna di berbagai negara. Amazon sendiri mengumumkan proyek ini pada 2019 dengan nama Project Kuiper, sebelum kemudian berganti nama menjadi Leo.

Dalam jangka panjang, Amazon menargetkan membangun sekitar 7.700 satelit sebagai bagian dari konstelasi globalnya. Namun, realisasi target tersebut sempat melambat akibat keterbatasan kapasitas peluncuran roket. Dalam permohonan perpanjangan tenggat kepada regulator pada Januari lalu, perusahaan menyebut keterlambatan itu dipengaruhi faktor di luar kendalinya, termasuk terbatasnya ketersediaan roket dalam jangka pendek.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Amazon telah mengamankan kontrak peluncuran dengan United Launch Alliance, Arianespace, Blue Origin milik Jeff Bezos, hingga SpaceX. Kendati demikian, sejumlah penyedia jasa peluncuran tersebut juga menghadapi hambatan dalam pengembangan kendaraan peluncurnya sehingga memengaruhi jadwal misi.

Salah satu kendala terbesar terjadi pada Mei lalu ketika roket New Glenn milik Blue Origin meledak saat menjalani uji penyalaan mesin di landasan peluncuran, hanya beberapa hari sebelum dijadwalkan membawa satelit Amazon. Blue Origin kini membangun kembali fasilitas peluncuran tersebut sekaligus menyelidiki penyebab insiden itu. Jeff Bezos bersama CEO Blue Origin, Dave Limp, menyatakan perusahaan tetap berkomitmen mengembalikan New Glenn ke jadwal penerbangan pada tahun ini.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore