
Apple dan Google mengenakan komisi hingga 30 persen pada pembelian di dalam aplikasi../(The Guardian)
JawaPos.com — Regulator persaingan usaha Inggris menyiapkan serangkaian aturan baru yang berpotensi mengubah tata kelola toko aplikasi seluler dengan membatasi dominasi Apple dan Google. Aturan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka persaingan yang lebih sehat di pasar aplikasi digital setelah kedua perusahaan dinilai terlalu lama menguasai ekosistem distribusi aplikasi dan sistem pembayarannya.
Rancangan aturan itu berfokus pada pemberian keleluasaan bagi pengembang aplikasi untuk mengarahkan pengguna melakukan pembayaran melalui situs web atau layanan lain di luar App Store maupun Google Play. Dengan demikian, pengembang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sistem pembayaran milik Apple dan Google yang selama ini mengenakan komisi hingga 30 persen atas transaksi di dalam aplikasi.
Dilansir dari The Guardian, Kamis (2/7/2026), Competition and Markets Authority (CMA) menilai Apple dan Google telah membentuk "duopoli yang efektif" karena sedikitnya 90 persen perangkat seluler di Inggris menggunakan platform milik kedua perusahaan tersebut.
Regulator juga berpendapat pembatasan yang melarang pengembang mengarahkan pengguna ke metode pembayaran di luar toko aplikasi telah menghambat persaingan serta merugikan konsumen maupun pelaku usaha.
Karena itu, CMA membuka konsultasi publik mengenai usulan pencabutan berbagai pembatasan tersebut. Jika diberlakukan, pengembang berpeluang menghindari biaya wajib yang selama ini dikenakan Apple dan Google atas pembelian di dalam aplikasi.
Google mengatakan telah menerapkan sejumlah perubahan kebijakan, termasuk mengizinkan aplikasi mengarahkan pengguna menyelesaikan transaksi di luar Play Store, meski tetap disertai ketentuan tertentu.
Direktur Eksekutif Pasar Digital CMA, Will Hayter, menegaskan tujuan kebijakan tersebut tidak semata memperluas pilihan metode pembayaran. "Hal ini penting bukan hanya karena pilihan memiliki nilai tersendiri, tetapi juga karena kami melihatnya sebagai cara terbaik menghadirkan tekanan persaingan pada bagian penting ekosistem seluler yang selama ini sangat kekurangan persaingan," ujarnya.
Hayter menambahkan Apple dan Google tetap dapat mengenakan biaya atas mekanisme pengalihan pembayaran tersebut. Namun, menurut CMA, pungutan itu harus diterapkan secara adil dan wajar.
Dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Hayter mengatakan, "Meskipun wajar Apple dan Google memperoleh kompensasi atas layanan yang mereka berikan, biaya apa pun harus dapat dibenarkan melalui kerangka kerja yang kuat, berbasis bukti, dengan mempertimbangkan biaya maupun nilai layanannya."
Persoalan komisi toko aplikasi selama ini telah menjadi keluhan banyak pengembang. Spotify, misalnya, tidak menyediakan pembelian langganan bulanan melalui App Store di Inggris karena tidak ingin membayar komisi Apple yang kemudian harus dibebankan kepada pelanggan. Sebagai gantinya, calon pelanggan diarahkan mendaftar melalui situs web Spotify.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
