
Negosiator utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf telah menolak ancaman Donald Trump untuk memperbarui serangan. (Reuters)
JawaPos.com - Kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran ternyata tidak hanya berbicara soal penghentian perang. Di antara 14 poin yang disepakati kedua negara, terdapat empat klausul utama yang berpotensi mengubah lanskap geopolitik dan ekonomi Timur Tengah dalam jangka panjang.
Empat poin tersebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz tetap berada di bawah pengelolaan Iran, komitmen dana rekonstruksi senilai USD 300 miliar, pencabutan sanksi ekonomi terhadap Teheran, hingga pembentukan mekanisme pengawasan bersama untuk memastikan seluruh kesepakatan berjalan sesuai rencana.
Berikut empat poin kunci yang menjadi sorotan terbesar dalam dokumen yang disebut Presiden Iran sebagai dokumen bersejarah.
Salah satu bagian paling strategis dalam kesepakatan adalah normalisasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Iran berjanji memfasilitasi pelayaran kapal komersial secara aman dari Teluk Persia menuju Laut Oman dan sebaliknya. Arus perdagangan laut akan dipulihkan secara bertahap seiring proses pembersihan hambatan teknis dan militer di kawasan tersebut.
Namun menariknya, kesepakatan ini tidak mengalihkan kendali Selat Hormuz kepada pihak internasional. Iran justru akan berdialog dengan Oman dan negara-negara Teluk lainnya untuk merumuskan tata kelola masa depan jalur pelayaran tersebut sesuai hukum internasional dan hak negara pantai.
Artinya, Selat Hormuz akan kembali terbuka bagi perdagangan global, tetapi posisi Iran sebagai aktor utama di kawasan tetap diakui.
Poin kedua yang menyita perhatian adalah komitmen Amerika Serikat bersama para mitra regionalnya untuk menyiapkan dana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran.
Nilainya tidak tanggung-tanggung, yakni sedikitnya USD 300 miliar atau setara lebih dari Rp 4.800 triliun dengan kurs saat ini. Dana tersebut dirancang untuk membantu pemulihan ekonomi Iran setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan akibat konflik dan sanksi internasional.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
