Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juni 2026 | 01.59 WIB

4 Poin Paling Krusial dalam Kesepakatan AS-Iran: Selat Hormuz Tetap Dikelola Teheran hingga Sanksi Dicabut

Negosiator utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf telah menolak ancaman Donald Trump untuk memperbarui serangan. (Reuters) - Image

Negosiator utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf telah menolak ancaman Donald Trump untuk memperbarui serangan. (Reuters)

JawaPos.com - Kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran ternyata tidak hanya berbicara soal penghentian perang. Di antara 14 poin yang disepakati kedua negara, terdapat empat klausul utama yang berpotensi mengubah lanskap geopolitik dan ekonomi Timur Tengah dalam jangka panjang.

Empat poin tersebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz tetap berada di bawah pengelolaan Iran, komitmen dana rekonstruksi senilai USD 300 miliar, pencabutan sanksi ekonomi terhadap Teheran, hingga pembentukan mekanisme pengawasan bersama untuk memastikan seluruh kesepakatan berjalan sesuai rencana.

Berikut empat poin kunci yang menjadi sorotan terbesar dalam dokumen yang disebut Presiden Iran sebagai dokumen bersejarah.

1. Selat Hormuz Dibuka Kembali, tetapi Iran Tetap Memegang Kendali

Salah satu bagian paling strategis dalam kesepakatan adalah normalisasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Iran berjanji memfasilitasi pelayaran kapal komersial secara aman dari Teluk Persia menuju Laut Oman dan sebaliknya. Arus perdagangan laut akan dipulihkan secara bertahap seiring proses pembersihan hambatan teknis dan militer di kawasan tersebut.

Namun menariknya, kesepakatan ini tidak mengalihkan kendali Selat Hormuz kepada pihak internasional. Iran justru akan berdialog dengan Oman dan negara-negara Teluk lainnya untuk merumuskan tata kelola masa depan jalur pelayaran tersebut sesuai hukum internasional dan hak negara pantai.

Artinya, Selat Hormuz akan kembali terbuka bagi perdagangan global, tetapi posisi Iran sebagai aktor utama di kawasan tetap diakui.

2. AS Siapkan Dana Rekonstruksi Iran hingga USD 300 Miliar

Poin kedua yang menyita perhatian adalah komitmen Amerika Serikat bersama para mitra regionalnya untuk menyiapkan dana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran.

Nilainya tidak tanggung-tanggung, yakni sedikitnya USD 300 miliar atau setara lebih dari Rp 4.800 triliun dengan kurs saat ini. Dana tersebut dirancang untuk membantu pemulihan ekonomi Iran setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan akibat konflik dan sanksi internasional.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore