
Elon Musk menilai AI dan robot dapat menciptakan kelimpahan besar yang mengubah cara dunia bekerja dan hidup / Foto: (Wion News)
JawaPos.com — Elon Musk kembali memantik perdebatan mengenai arah ekonomi global di era kecerdasan buatan (AI). Pendiri Tesla dan SpaceX tersebut meyakini bahwa kemajuan AI dan robot humanoid pada akhirnya tidak hanya mengubah cara manusia bekerja, tetapi juga menggeser peran uang dalam kehidupan ekonomi modern.
Pandangan itu muncul ketika dunia tengah memasuki fase baru otomatisasi. Perusahaan-perusahaan teknologi, manufaktur, logistik, hingga jasa semakin gencar mengadopsi AI untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional. Di tengah perubahan tersebut, Musk menilai dampak yang akan muncul jauh lebih besar daripada sekadar efisiensi bisnis.
Dilansir dari Wion News, Senin (22/6/2026), Musk menyampaikan pandangannya melalui platform X saat menanggapi unggahan mengenai potensi robot humanoid pada masa depan. Unggahan tersebut menyebut jutaan robot canggih dapat membangun kembali kota-kota dalam hitungan bulan, sementara miliaran robot berpotensi mengubah perekonomian global pada 2045. Menanggapi hal itu, Musk menulis singkat, "Kelimpahan luar biasa untuk semua orang!"
Unggahan Musk itu mencerminkan keyakinannya bahwa AI dan robot akan mendorong lonjakan produktivitas dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam skenario yang dia bayangkan, sebagian besar pekerjaan manufaktur, logistik, konstruksi, dan layanan akan ditangani mesin. Konsekuensinya, biaya produksi turun secara signifikan sehingga berbagai barang dan jasa menjadi lebih mudah diakses masyarakat.
Gagasan itu juga terlihat dalam pengembangan robot humanoid Tesla, Optimus. Robot tersebut dirancang untuk menjalankan pekerjaan yang berulang, berat, atau berisiko tinggi. Tesla meyakini Optimus dapat digunakan di pabrik, gudang, perkantoran, bahkan rumah tangga. Musk bahkan berulang kali menyatakan bahwa robot humanoid berpotensi menjadi bisnis yang lebih penting bagi Tesla dibanding kendaraan listriknya.
Selain itu, Musk mengaitkan perkembangan teknologi tersebut dengan perubahan mendasar dalam sistem ekonomi. Dalam ajang Abundance Summit 2026, dia menyatakan, "Kita akan memiliki pendapatan tinggi universal." Menurut Musk, kemampuan AI dan robot untuk menghasilkan barang serta jasa dalam jumlah sangat besar dapat meningkatkan standar hidup masyarakat secara luas, terlepas dari status pekerjaan mereka.
Dalam forum yang sama, Musk juga mengemukakan pandangan yang lebih jauh mengenai masa depan ekonomi. Dia menyatakan, "Pada suatu titik di masa depan, uang akan berhenti menjadi sesuatu yang relevan." Menurutnya kapasitas produksi berbasis AI dan robot suatu saat dapat menciptakan ketersediaan barang dan jasa yang melimpah dengan biaya yang sangat rendah.
Gagasan tersebut tidak berhenti pada spekulasi teknologi, melainkan mencerminkan proyeksi Elon Musk, yang saat ini tercatat sebagai orang terkaya di dunia, terhadap pergeseran struktur ekonomi global di masa depan. Dalam diskusi bersama pengusaha teknologi Peter Diamandis, dia menyebut, "AI dan robot akan menghasilkan begitu banyak barang dan menyediakan begitu banyak layanan sehingga mereka akan kehabisan pekerjaan yang bisa dilakukan untuk manusia."
Namun, optimisme itu berjalan beriringan dengan kekhawatiran mengenai masa depan pasar tenaga kerja. Sejumlah perusahaan besar seperti Amazon, Meta, Oracle, dan Tata Consultancy Services terus meningkatkan investasi AI sambil melakukan efisiensi tenaga kerja. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai seberapa cepat masyarakat dan pemerintah mampu beradaptasi terhadap perubahan yang dipicu teknologi.
Meski visi Musk masih menghadapi berbagai tantangan teknis, ekonomi, dan politik, arah persaingan global menunjukkan bahwa robotika dan AI semakin menjadi medan kompetisi strategis baru. Selain Tesla, perusahaan-perusahaan dari Tiongkok seperti Unitree serta perusahaan Amerika Serikat Figure AI juga berlomba mengembangkan robot humanoid.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
