
Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, telah menolak ancaman Donald Trump untuk memperbarui serangan. (Reuters).
JawaPos.com - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sempat memanas hanya beberapa jam sebelum perundingan tingkat tinggi dimulai di Swiss. Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman baru terhadap Teheran, namun di penghujung hari kedua negara justru mencapai terobosan diplomatik dengan menyepakati pembentukan jalur koordinasi khusus untuk meredakan konflik di Lebanon.
Kesepakatan tersebut menjadi hasil paling konkret dari perundingan yang dimediasi Qatar dan Pakistan. Washington dan Teheran sepakat membentuk 'de-confliction cell', sebuah mekanisme koordinasi yang melibatkan pemerintah Lebanon untuk memastikan penghentian operasi militer di negara tersebut.
Langkah itu sekaligus membuka proses diplomasi selama 60 hari yang ditujukan untuk mencapai kesepakatan permanen guna mengakhiri konflik yang melibatkan Iran dan meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Diberitakan sebelumnya, sebelum perundingan dimulai, Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terkait kelompok-kelompok yang didukung Iran di Lebanon.
Trump bahkan memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat melancarkan serangan yang lebih besar terhadap Iran jika kelompok pro-Teheran terus melakukan aksi militer.
Pernyataan tersebut memicu respons cepat dari pihak Iran dan sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa proses diplomasi akan terganggu.
Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan negaranya tidak akan tinggal diam terhadap ancaman tersebut.
"Mereka akan lebih baik untuk berhati-hati dengan pernyataan mereka," tulis Ghalibaf melalui platform X.
"Angkatan bersenjata kami siap untuk menanggapi mereka dengan cara yang berbeda. Mereka mungkin terus berbicara, kitalah yang bertindak," lanjut Ghalibaf.
Meski saling melontarkan peringatan, kedua pihak tetap melanjutkan pembicaraan di Swiss.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
