
Bill Gates tiba di Gedung Capitol untuk menjalani pemeriksaan tertutup oleh Komite Pengawasan DPR AS terkait penyelidikan atas jaringan Jeffrey Epstein (The Washington Post)
JawaPos.com - Penyelidikan DPR Amerika Serikat terhadap jaringan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein memasuki fase baru setelah pendiri Microsoft, Bill Gates, memberikan kesaksian sukarela di hadapan Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintahan.
Kesaksian itu menjadi salah satu pemeriksaan paling menyita perhatian karena menyoroti alasan Gates pernah menjalin kontak dengan Epstein dan sejauh mana ia mengetahui aktivitas sang finansier.
Sebelum menjalani pemeriksaan tertutup, Gates menegaskan kesediaannya membantu penyelidikan. "Saya senang hadir secara sukarela untuk memberikan kesaksian dan membantu kerja komite. Saya berharap kesaksian saya dapat mendukung upaya penting komite dalam mencari keadilan bagi para korban," katanya kepada wartawan.
Dilansir dari The Washington Post, Kamis (11/6/2026), Gates dalam pernyataan pembukanya membantah mengetahui tindak pidana yang dilakukan Epstein.
"Saya tidak pernah menyaksikan ataupun memiliki petunjuk bahwa Epstein terlibat dalam aktivitas kriminal yang sedang berlangsung. Saya tidak pernah pergi ke pulaunya, peternakannya, ataupun rumahnya di Florida. Saya tidak pernah menjadi pelaku terhadap siapa pun. Jika ia berupaya membangun kedekatan pribadi dengan saya, saya tidak pernah tertarik dan tidak pernah menanggapinya," ujar Gates.
Lebih lanjut, Gates menyebut pertemuannya dengan Epstein sebagai "kesalahan penilaian yang sangat besar." Ia menjelaskan bahwa perkenalan itu terjadi pada 2011 melalui orang-orang yang dipercayainya. Saat itu, Epstein mengaku mampu menghimpun dana miliaran dolar bagi berbagai program kesehatan global. Namun, hingga 2014, janji tersebut tidak pernah terwujud sehingga Gates memutus seluruh kontak dengannya.
Dalam kesaksiannya, Gates juga menyinggung persoalan perselingkuhannya semasa menikah yang kemudian diketahui Epstein. Menurut Gates, informasi tersebut berusaha dimanfaatkan untuk menekannya agar kembali menjalin kontak.
"Selain berbagai kebohongan yang ditambahkannya, ia menggunakan hal itu untuk menekan saya agar kembali berhubungan dengannya," kata Gates. Upaya tersebut, menurutnya, tidak berhasil. "Jika waktu yang saya habiskan bersama Epstein memberinya kredibilitas, saya sungguh sangat menyesal."
Sementara itu, Ketua Komite DPR AS James Comer mengatakan penyelidikan bertujuan memperoleh gambaran utuh mengenai relasi Gates dengan Epstein dan rekan dekatnya, Ghislaine Maxwell.
"Kami hanya ingin mengetahui hubungan dia dengan Epstein dan Maxwell. Apa yang dia lihat? Apakah dia tahu apa yang sedang terjadi? Apakah dia terlibat dalam semua ini?" ujar Comer. Namun, ia menambahkan, "Tidak seorang pun menuduh Bill Gates melakukan pelanggaran, dan saya menghargai kesediaannya hadir secara sukarela."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022