
Elon Musk, CEO SpaceX / Foto: Fortune
JawaPos.com — Salah satu kebangkitan korporasi paling mencolok di Amerika Serikat (AS) tahun ini datang dari EchoStar, perusahaan satelit yang hanya setahun sebelumnya berada di ambang kebangkrutan.
Kini, perusahaan tersebut justru mencatatkan kinerja saham terbaik di antara anggota Fortune 500 setelah lonjakan sekitar 430 persen sejak awal 2025, termasuk hampir 375 persen sepanjang tahun berjalan, didorong oleh keterkaitan strategisnya dengan SpaceX milik Elon Musk.
Perubahan drastis itu berakar pada keputusan menjual aset spektrum nirkabel kepada SpaceX pada September 2025 senilai 17 miliar dolar AS atau sekitar Rp 306,34 triliun (kurs Rp 18.020 per dolar AS). Struktur transaksi tersebut terdiri atas 8,5 miliar dolar AS dalam bentuk tunai dan 8,5 miliar dolar AS dalam bentuk ekuitas SpaceX.
Kemudian pada November 2025, SpaceX kembali menambah pembelian spektrum senilai 2,6 miliar dolar AS, sehingga total kepemilikan EchoStar di perusahaan tersebut meningkat menjadi sekitar 11,1 miliar dolar AS.
Dilansir dari Fortune, Sabtu (6/6/2026), kepemilikan ekuitas tersebut mengubah posisi EchoStar secara fundamental, dari perusahaan yang sebelumnya kesulitan likuiditas menjadi salah satu proxy pasar publik paling dekat dengan SpaceX menjelang penawaran umum perdana (IPO) perusahaan antariksa itu dalam waktu dekat.
Namun pada pertengahan 2025, EchoStar berada dalam tekanan berat dan disebut mempertimbangkan perlindungan kebangkrutan Chapter 11, yakni mekanisme hukum di Amerika Serikat yang memungkinkan perusahaan tetap beroperasi sambil merestrukturisasi utang di bawah pengawasan pengadilan.
Tekanan ini dipicu pengawasan Federal Communications Commission (FCC) terkait kewajiban jaringan 5G, krisis likuiditas, tunggakan bunga sekitar 500 juta dolar AS, serta kegagalan kesepakatan dengan DirecTV.
Perubahan arah mulai terlihat ketika tekanan regulasi dan politik mendorong penjualan aset spektrum. Pada Agustus 2025, AT&T mengakuisisi spektrum senilai 23 miliar dolar AS, disusul kesepakatan SpaceX yang memperkuat layanan Starlink dan ekspansi konektivitas. FCC kemudian menyetujui transaksi spektrum total sekitar 40 miliar dolar AS yang melibatkan AT&T dan SpaceX.
Di sisi operasional, EchoStar menjalin kemitraan jangka panjang antara Boost Mobile dan Starlink. Kerja sama ini memungkinkan pelanggan Boost Mobile mengakses layanan satelit direct-to-cell Starlink, sementara SpaceX memperoleh tambahan kapasitas jaringan untuk ekspansi global.
Di pasar modal, sentimen IPO SpaceX ikut mendorong valuasi EchoStar, yang kini dipandang sebagian investor sebagai proxy tidak langsung untuk eksposur ke SpaceX yang belum tercatat di bursa. Akibatnya, fokus pasar bergeser dari bisnis inti EchoStar ke nilai kepemilikan sahamnya di SpaceX.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022