Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Mei 2026 | 21.28 WIB

Museum Inggris Bongkar Fakta Samurai Era Tokugawa: Setengahnya Ternyata Perempuan

Set baju zirah dengan cuirass (nimaido gusoku) dan surcoat (jinbaori) dari klan Mori di British Museum, Inggris. (British Museum) - Image

Set baju zirah dengan cuirass (nimaido gusoku) dan surcoat (jinbaori) dari klan Mori di British Museum, Inggris. (British Museum)

JawaPos.com – Samurai selama ini dikenal sebagai simbol khas Jepang. Namun, para peneliti mengungkap citra samurai ternyata dibentuk oleh pengaruh dunia luar selama ratusan tahun.

Seperti dilansir Kyodo, Kamis (28/5), temuan itu menjadi bagian dari proyek riset dan pameran besar di British Museum, London. Pameran tersebut menarik sekitar 175 ribu pengunjung.

Profesor sejarah modern University of York, Oleg Benesch, mengatakan samurai memang unik, tetapi tidak berkembang secara terisolasi. Menurutnya, pengaruh asing membentuk banyak aspek budaya dan citra samurai.

“Samurai itu keunikan Jepang, tapi bukan sepenuhnya murni Jepang,” katanya. Ia memimpin riset bersama kurator koleksi Jepang British Museum, Rosina Buckland.

Para akademisi dalam konferensi di London memaparkan bagaimana agama, teknologi, sastra, hingga film memengaruhi evolusi samurai. Citra mereka terus berubah selama sekitar 1.000 tahun terakhir.

Pada awalnya, samurai berkembang lewat interaksi dengan Tiongkok dan Korea. Sejak pertengahan abad ke-16, kontak dengan kekuatan Eropa ikut memengaruhi budaya dan peperangan Jepang.

Bahkan, ada samurai berpangkat tinggi yang menjadi penganut Kristen. Setelah perang besar berhenti pada 1615, banyak samurai laki-laki beralih menjadi pegawai sipil.

Pameran itu juga menyoroti fakta yang jarang diketahui publik. Pada era Edo di bawah Keshogunan Tokugawa, sekitar separuh kelas samurai disebut terdiri dari perempuan.

Perempuan samurai memegang peran penting dalam rumah tangga dan pendidikan anak. Perempuan bangsawan di lingkungan shogun juga disebut memiliki pengaruh politik cukup besar.

Setelah kelas samurai dihapus pada akhir abad ke-19, citra mereka justru makin mendunia. Kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905 ikut membuat samurai dipandang sebagai ikon global.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore