Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Mei 2026 | 06.24 WIB

'Detroit Metal City' dan Matinya Simbol Pemberontakan di Tangan Industri Hiburan

Detroit Metal City. (Istimewa) - Image

Detroit Metal City. (Istimewa)

JawaPos.com - Sudah lebih dari 6 dekade, musik metal hidup sebagai salah satu simbol pemberontakan yang paling liar terhadap dunia. Baik secara karya maupun image para personelnya, genre ini begitu lekat dengan tema perlawanan, anti-kemapanan dan kebebasan. 

Berakar dari blues rock dan psychedelic rock yang populer di akhir tahun 1960-an, metal selalu mengambil posisi antitesis dari budaya arus utama. 

Distorsi gitar cepat nan rumit yang meraung seperti binatang buas, dentuman drum dan bass yang menggedor dada, hingga lirik eksplisit dalam balutan teriakan vokal yang bergemuruh adalah bentuk pelampiasan manusia akan rasa muak mereka terhadap dunia modern yang berada di bawah kendali industri.

Logika ini secara absurd dijungkirbalikkan oleh mangaka Kiminori Wakasugi lewat sebuah manga dark comedy berjudul Detroit Metal City.

Secara premis, Detroit Metal City sebetulnya tidak lebih dari kisah seorang musisi pop alim dan sopan yang menjelma menjadi frontman band death metal yang erat dengan lawakan cabul dan humor 'tolol'. 

Namun sesungguhnya, manga ini juga menyajikan sesuatu yang cukup miris. Di balik parodi musik metalnya, Detroit Metal City adalah sebuah kisah tragedi tentang pemberontakan yang dijinakkan oleh selera pasar.

Dikurung Lambang Kebebasan Berekspresi

Detroit Metal City mengisahkan seorang musisi muda bernama Soichi Negishi. Jauh dari kesan metal, Negishi aslinya adalah sosok pemalu yang sangat menggandrungi genre musik Swedish pop dan Shibuya-kei dengan lagu-lagu cintanya yang lembut.

Sebagai musisi pop, Negishi tidak memiliki cita-cita yang lebih besar dari menjadi seorang seniman yang menyebarkan cinta lewat nyanyian melodius dan permainan gitarnya.

Sayangnya, suratan takdir berkata lain. Alih-alih menjadi bintang pop yang hangat dan penuh kelembutan, Sang Nasib justru membawa Negishi berpindah jalur menjadi sesuatu yang lain.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore