
Peta Selat Hormuz yang diterbitkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Iran, 4 Mei 2026. (Screenshot/X/@IranIntl_En)
JawaPos.com - Misi tetap Iran untuk PBB menyalahkan Amerika Serikat. Hal ini karena mencoba menggalang dukungan internasional, untuk tindakannya terhadap Iran lewat rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Selat Hormuz.
Dalam unggahan di akun media sosial X, misi tersebut menilai AS memanfaatkan dukungan dari sejumlah negara terhadap rancangan resolusi sepihak bermotif politik itu, untuk membangun kesan soal adanya dukungan internasional luas atas tindakan AS yang dinilai ilegal.
"Kini sudah sangat jelas bahwa AS berupaya mengeksploitasi jumlah dukungan—yang disebut sebagai pendukung rancangan resolusi dengan motivasi politik dan sepihak—untuk menciptakan citra palsu sebagai dukungan luas dari internasional terhadap tindakan ilegal yang sedang berlangsung," tulis misi tetap Iran untuk PBB, dilansir dari Antara, Sabtu (16/5).
Selain itu, upaya AS itu dilakukan untuk membuka peluang bagi aksi militer lebih lanjut di kawasan tersebut.
Hal itu terjadi setelah AS, bersama dengan Bahrain dan negara-negara Teluk, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dan Qatar, mengumumkan rancangan resolusi yang diduga untuk membela kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Iran juga memperingatkan negara-negara yang mendukung inisiatif pimpinan AS itu untuk dapat bertanggung jawab jika ketegangan meningkat.
"Jika AS memicu eskalasi baru, maka semua negara pendukung akan berbagi tanggung jawab internasional bersama Washington atas konsekuensi tersebut. Tidak ada alasan politik atau perlindungan diplomatik yang dapat membebaskan mereka dari tanggung jawab karena memfasilitasi, memungkinkan, dan melegitimasi agresi AS," demikian pernyataan tersebut.
Ketegangan regional tetap tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari hingga memicu serangan balasan oleh Iran terhadap Israel dan sekutu AS di negara-negara Teluk, serta bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April dengan mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan negosiasi di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
