
Ilustrasi kapal di Selat Hormuz. (Hum English)
Melalui unggahan berbahasa Inggris di platform X, Ghalibaf menyindir strategi blokade minyak yang diterapkan pemerintahan Donald Trump. Ia menyoroti bahwa setelah tiga hari pemberlakuan, tidak ada satu pun sumur minyak Iran yang 'meledak' akibat tekanan berlebih seperti yang diprediksi pihak AS.
“Kalau mau, perpanjang saja blokadenya sampai 30 hari. Kami bahkan bisa siaran langsung untuk membuktikan semuanya baik-baik saja,” tulis Ghalibaf dengan nada sarkastik.
Baca Juga: Takziah ke Rumah Korban Kecelakaan KA Bekasi, Gus Ipul Akan Hidupkan Kembali Warung Milik Nuryati
Blokade AS dan Dampaknya
Blokade yang dilakukan militer AS bertujuan menahan ekspor minyak Iran agar tetap berada di dalam negeri. Strategi ini dimaksudkan untuk memaksa Teheran memilih antara memangkas produksi, yang berarti kehilangan pendapatan, atau menghadapi risiko kerusakan infrastruktur akibat tekanan berlebih pada pipa dan reservoir.
Namun, menurut Ghalibaf, kebijakan tersebut justru menjadi bumerang. Ia menyebut 'saran sampah' dari pejabat AS, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent, sebagai pemicu lonjakan harga minyak global.
Harga minyak mentah Brent tercatat melonjak sekitar enam persen menjadi USD 118 per barel dalam perdagangan pagi di Tokyo, Kamis (30/4). Bahkan, Ghalibaf memperkirakan harga bisa menembus USD 140 sebagai 'pemberhentian berikutnya'.
Menurutnya, alih-alih melumpuhkan Iran, kebijakan tersebut justru membebani ekonomi Amerika dan masyarakatnya, terutama melalui kenaikan harga bahan bakar.
Ghalibaf juga menilai kegagalan kebijakan ini bukan terletak pada konsep blokade itu sendiri, melainkan pada cara pandang Washington yang dianggap meremehkan ketahanan Iran.
Ia menegaskan bahwa tekanan ekonomi seperti sanksi dan blokade sering kali menimbulkan konsekuensi tak terduga, termasuk lonjakan biaya energi global yang pada akhirnya merugikan banyak pihak.
Meski demikian, Teheran diguncang isu keretakan di tengah konflik yang terus berkembang, muncul laporan adanya ketegangan internal di Iran. Sejumlah pejabat sipil, termasuk Ghalibaf, disebut mulai tersisih oleh figur militer seperti Ahmad Vahidi, yang kini memiliki pengaruh lebih besar dalam pengambilan keputusan strategis.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
