
Ilustrasi bendera Iran, di tengah gencatan senjata antara AS dan Iran, di Teheran, Iran, 27 April 2026. (via Reuters)
JawaPos.com - Badan intelijen Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah mengkaji skenario sensitif: bagaimana respons Iran jika Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan kemenangan sepihak dalam konflik yang telah berlangsung dua bulan terakhir dan menewaskan ribuan orang.
Mengutip laporan CBC News, analisis ini dilakukan atas permintaan pejabat tinggi pemerintahan. Tujuannya adalah memahami dampak politik dan keamanan jika Washington memutuskan mengurangi keterlibatan militernya di tengah tekanan domestik yang meningkat.
Sejumlah sumber menyebut, hingga kini belum ada keputusan final. Namun, opsi de-eskalasi cepat dinilai bisa meredakan tekanan politik terhadap Trump, terutama menjelang pemilu sela. Di sisi lain, langkah itu berpotensi memberi ruang bagi Iran untuk memperkuat kembali program nuklir dan rudalnya, yang dapat mengancam sekutu AS di kawasan.
Sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan, komunitas intelijen juga menilai skenario serupa sebelumnya. Dalam analisis awal pasca-serangan udara pada Februari, Iran diperkirakan akan menganggap klaim kemenangan AS yang diikuti penarikan pasukan sebagai kemenangan bagi Teheran.
Sebaliknya, jika AS mengumumkan kemenangan tetapi tetap mempertahankan kehadiran militer besar, Iran kemungkinan melihatnya sebagai taktik negosiasi, bukan akhir dari konflik.
Menanggapi laporan ini, Direktur Urusan Publik CIA Liz Lyons menyatakan lembaganya “tidak mengetahui penilaian intelijen seperti yang dilaporkan.” Pihak Central Intelligence Agency juga menolak memberikan komentar lebih lanjut terkait aktivitas analisis mereka. Sementara itu, Kantor Direktur Intelijen Nasional tidak memberikan tanggapan.
Dari Gedung Putih, juru bicara Anna Kelly menegaskan bahwa AS masih membuka jalur negosiasi dengan Iran, namun tidak akan terburu-buru mencapai kesepakatan.
“Presiden hanya akan menyetujui perjanjian yang mengutamakan keamanan nasional AS, dan ia menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” ujarnya.
Tekanan Politik Meningkat
Di dalam negeri, konflik ini semakin tidak populer. Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan hanya 26 persen warga AS menilai operasi militer tersebut sepadan dengan biayanya, dan hanya 25 persen yang percaya perang itu meningkatkan keamanan negara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022