Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP/Manuel Balce Ceneta)
JawaPos.com–Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan tidak puas dengan proposal gencatan senjata terbaru dari Iran. Sumber internal pemerintah AS menyebutkan, dokumen tersebut dianggap bermasalah karena tidak menyentuh isu krusial yaitu program nuklir Teheran.
Informasi yang dilaporkan The Wall Street Journal mengungkap, dalam pertemuan bersama para penasihat pada Senin (27/4), Trump tidak langsung menolak proposal tersebut. Namun, dia menilai Iran tidak menunjukkan itikad baik dalam negosiasi, terutama karena belum bersedia menghentikan pengayaan uranium atau berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Meski demikian, Gedung Putih disebut tengah menyiapkan proposal tandingan dalam beberapa hari ke depan sebagai respons atas tawaran Iran. Juru bicara Gedung Putih Olivia Wales menegaskan, pemerintah AS tidak akan bernegosiasi melalui media.
”Kami sudah jelas soal garis merah kami,” ujar Olivia Wales.
Senada, Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga menyebut proposal Iran tidak dapat diterima.
Sebelumnya, laporan Axios menyebut Iran menawarkan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik, namun menunda pembahasan program nuklir ke tahap berikutnya.
Di tengah kebuntuan diplomasi, tekanan ekonomi terhadap Iran semakin meningkat. Blokade yang diberlakukan AS sejak 13 April berdampak signifikan terhadap ekspor minyak Iran. Setidaknya enam kapal tanker yang membawa minyak Iran dilaporkan terpaksa kembali ke negara asal akibat pembatasan tersebut.
Akibat terganggunya distribusi, Iran kini menghadapi lonjakan stok minyak. Data dari perusahaan analitik energi Kpler menunjukkan cadangan minyak Iran melonjak drastis dari 4,6 juta barel sebelum perang menjadi sekitar 49 juta barel. Angka ini mendekati kapasitas maksimum penyimpanan sebesar 95 juta barel.
Para analis memperingatkan, jika situasi ini terus berlanjut, Iran bisa kehabisan ruang penyimpanan dalam waktu kurang dari dua minggu.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
