Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 April 2026 | 05.27 WIB

Kanselir Jerman Sebut AS Dipermalukan Iran, Terjebak Perang Tanpa Bisa Keluar

Stok Rudal AS Terkuras Akibat Perang Iran, Laporan Ungkap Washington Hadapi Risiko Kekurangan Amunisi - Image

Stok Rudal AS Terkuras Akibat Perang Iran, Laporan Ungkap Washington Hadapi Risiko Kekurangan Amunisi

JawaPos.com - Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat (AS) terkait konflik dengan Iran. Ia menilai Washington masuk ke dalam perang tanpa strategi keluar yang jelas, sehingga kini justru terjebak dalam konflik yang sulit diakhiri.

Dalam sebuah diskusi bersama siswa sekolah menengah di kota Marsberg, Senin waktu setempat, Merz menyoroti persoalan klasik dalam konflik bersenjata.

Menurutnya, memulai perang bukan satu-satunya tantangan, keluar dari konflik justru sering kali jauh lebih sulit.

“Masalah dengan konflik seperti ini selalu sama: Anda tidak hanya harus masuk, tetapi juga harus keluar. Kita melihatnya dengan sangat pahit di Afghanistan selama 20 tahun. Kita juga melihatnya di Irak,” kata Merz.

Ia menilai Amerika Serikat jelas memasuki konflik dengan Iran tanpa perencanaan matang. Akibatnya, upaya mengakhiri perang kini menjadi semakin kompleks.
“AS jelas masuk ke dalam perang di Iran tanpa strategi sama sekali,” ujarnya, seperti dikutip kantor berita Jerman DPA.

Lebih lanjut, Merz meragukan kemampuan Washington untuk mengakhiri konflik dalam waktu dekat. Ia menilai kekuatan Iran ternyata lebih besar dari perkiraan awal, sementara strategi negosiasi Amerika dinilai tidak cukup meyakinkan.

“Saya tidak percaya AS bisa mengakhiri perang ini dengan cepat, karena Iran jelas lebih kuat dari yang diperkirakan, dan Amerika tidak memiliki strategi yang benar-benar meyakinkan dalam negosiasi,” kata Merz.

Ia juga menyoroti kemampuan diplomasi Iran yang dinilai lihai, bahkan dalam konteks menghindari kesepakatan.

“Iran jelas sangat terampil dalam bernegosiasi, atau lebih tepatnya, sangat terampil untuk tidak bernegosiasi. Seluruh bangsa sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran,” tambahnya.

Tak hanya berdampak geopolitik, Merz mengingatkan bahwa perang ini juga memberikan tekanan serius terhadap ekonomi Jerman. Konflik tersebut disebutnya telah berdampak langsung pada kinerja ekonomi negara dengan ekonomi terbesar di Eropa itu.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore