Ilustrasi Presiden AS Donald Trump. (Alex Brandon/AP)
JawaPos.com - Presiden AS Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran.
Menurut laporan New York Times yang mengutip sumber anonim, Trump diberi pengarahan tentang rencana Teheran, yang meliputi pengakhiran blokade oleh AS di jalur air penting tersebut, tanpa membahas program nuklir Iran, selama pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih.
Dilansir dari Antara pada Selasa (28), Iran sebelumnya telah menolak tuntutan AS agar menghentikan semua pengayaan uranium, dengan alasan bahwa mereka memiliki hak berdasarkan hukum internasional untuk melakukannya, dan sejauh ini menolak untuk menyerahkan uranium yang telah mereka perkaya tersebut.
Tidak jelas apa tepatnya yang membuat Trump tidak puas, tetapi ia telah lama bersikeras pada kedua tuntutan nuklir tersebut. Seorang pejabat AS anonim mengatakan bahwa menerimanya akan secara terbuka menyangkal kemenangan Trump.
“Amerika Serikat tidak akan bernegosiasi melalui pers — kami telah menjelaskan batas kami dan presiden hanya akan membuat kesepakatan yang baik untuk rakyat Amerika dan dunia,” kata juru bicara Gedung Putih Olivia Wales kepada Times.
Sementara itu, Axios pertama kali melaporkan mengenai proposal tersebut pada Minggu, tak lama setelah menyatakan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyerahkannya kepada mediator Pakistan.
Berdasarkan proposal tersebut, gencatan senjata akan diperpanjang untuk jangka waktu yang lama atau dibuat permanen, sementara pembicaraan nuklir hanya akan dimulai setelah selat dibuka kembali dan pembatasan dicabut, menurut Axios.
Trump pekan lalu menolak proposal Iran dan membatalkan negosiasi yang dijadwalkan di Islamabad, Pakistan. Pejabat AS mengatakan kepada The New York Times bahwa Iran tidak memberi ruang konsesi terkait program nuklirnya, sehingga menjadi pukulan bagi perundingan.
Perdebatan di pemerintahan Trump kini berfokus pada kemampuan Iran menahan tekanan ekonomi di tengah blokade AS di Selat Hormuz serta dampaknya terhadap perekonomian negara tersebut.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
