Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 April 2026 | 19.25 WIB

Terus Dilanggar, Hizbullah Tekankan Gencatan Senjata dengan Israel Tak Ada Artinya, Risiko Konflik Meluas Meningkat

Asap membumbung di Lebanon, seperti yang terlihat dari sisi perbatasan Israel dengan Lebanon. (Florion Goga/Reuters) - Image

Asap membumbung di Lebanon, seperti yang terlihat dari sisi perbatasan Israel dengan Lebanon. (Florion Goga/Reuters)

JawaPos.com - Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon kembali dipertanyakan. Kelompok Hizbullah secara terbuka menyebut kesepakatan tersebut tidak ada artinya, menyusul terus berlanjutnya serangan militer Israel di wilayah Lebanon selatan meski masa damai resmi diperpanjang.

Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat itu mulai berlaku pada 16 April dan baru saja diperpanjang selama tiga minggu. Perpanjangan ini merupakan hasil pembicaraan di Gedung Putih yang melibatkan Presiden AS Donald Trump bersama perwakilan Israel dan Lebanon.

Namun di lapangan, kekerasan belum benar-benar berhenti. Bahkan paling baru, militer Israel mengklaim telah mengeliminasi enam pejuang Hizbullah dalam baku tembak di Bint Jbeil.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan dua warga tewas akibat serangan udara Israel di Touline. Serangan artileri juga melukai warga di Yater, sementara perintah evakuasi dikeluarkan untuk Deir Aames.

Sejak konflik kembali memanas pada 2 Maret, total korban mencapai 2.491 orang tewas dan 7.719 luka-luka, menurut otoritas Lebanon.

Secara historis, gencatan senjata ini awalnya bertujuan meredam eskalasi konflik yang dipicu serangan Hizbullah sebagai bentuk dukungan terhadap Iran di tengah ketegangan kawasan yang lebih luas. Meski sempat menurunkan intensitas kekerasan, bentrokan bersenjata tidak pernah benar-benar berhenti.

Menurut beberapa laporan media lokal, bahkan pasukan Israel masih bertahan di Lebanon selatan dan mempertahankan zona penyangga yang mereka tetapkan sendiri. Hizbullah menuduh Israel terus melakukan serangan udara, pembunuhan terarah, hingga penghancuran permukiman.

Laporan dari jurnalis Al-Jazeera Heidi Pett di kota Tyre, sebelumnya juga menyebutkan bahwa situasi di lapangan masih jauh dari kondusif.

“Masih terjadi serangan udara, serangan drone, penghancuran rumah, dan pendudukan wilayah di Lebanon selatan,” ujarnya.

“Sebagai respons, Hizbullah juga menembakkan roket dan drone ke arah pasukan Israel, baik di dalam Lebanon maupun lintas perbatasan,” tambahnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore