Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Mei 2026 | 02.10 WIB

AS Dorong Damai Israel-Lebanon di Tengah Perang Iran, Hizbullah Dituding jadi Penghambat

Ilustrasi pejuang Hizbullah di Lebanon selatan. (Modern Diplomacy)

JawaPos.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai mendorong pembentukan kesepakatan damai permanen antara Israel dan Lebanon di tengah memanasnya konflik regional yang melibatkan Iran dan kelompok-kelompok sekutunya di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan peluang tercapainya perjanjian damai antara Israel dan Lebanon kini semakin dekat. Namun, ia menuding kelompok Hizbullah sebagai pihak yang menghambat proses tersebut.

“Secara umum, saya pikir kesepakatan damai antara Lebanon dan Israel sangat mungkin segera tercapai, dan memang seharusnya begitu,” kata Rubio dalam konferensi pers di Gedung Putih.

“Masalah antara Israel dan Lebanon bukanlah Israel atau Lebanon, melainkan Hizbullah,” lanjutnya.

Melansir Times of Israel, Rubio menuduh Hizbullah terus meluncurkan roket ke wilayah Israel, sehingga memicu serangan balasan dari Tel Aviv ke Lebanon selatan.

“Alasan Lebanon diserang Israel adalah karena Hizbullah meluncurkan roket ke warga Israel,” ujarnya.

Di sisi lain, Hizbullah beralasan serangan mereka dilakukan untuk memaksa Israel keluar dari zona penyangga luas yang dibentuk di Lebanon selatan. Israel mengklaim area tersebut diperlukan demi melindungi kota-kota di wilayah utara mereka dari ancaman roket Hizbullah.

Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon kembali meningkat setelah perang besar antara AS-Israel dan Iran meluas ke sejumlah wilayah Timur Tengah. Hizbullah yang dikenal sebagai sekutu utama Iran ikut terseret dalam konflik dan meningkatkan tekanan terhadap Israel dari front Lebanon.

Rubio mengatakan Washington kini aktif menjadi mediator antara pemerintah Israel dan Lebanon guna membuka jalan menuju gencatan senjata permanen.

Menurut dia, AS juga ingin memperkuat pemerintahan Lebanon agar mampu menantang pengaruh Hizbullah, termasuk dalam agenda pelucutan senjata kelompok tersebut.

“Kami akan melakukan segala cara untuk memastikan kedua pihak terus berbicara sehingga kemajuan menuju gencatan senjata permanen bisa tercapai dan tidak terus dirusak oleh Hizbullah,” kata Rubio.

Pernyataan itu muncul saat AS sebelumnya mengklaim telah mengakhiri operasi ofensif terhadap Iran dalam konflik yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir.

Meski begitu, situasi keamanan di kawasan masih rapuh karena kelompok-kelompok sekutu Iran di Lebanon, Irak, Suriah, dan Yaman tetap aktif meningkatkan tekanan terhadap Israel dan kepentingan AS.

Diketahui, perang antara AS-Israel melawan Iran kini berkembang menjadi konflik kawasan yang melibatkan berbagai aliansi dan kelompok bersenjata pro-Teheran.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore