
Sebuah kapal kargo berada di Teluk dekat Selat Hormuz, seperti yang terlihat dari Ras al-Khaimah, UEA (Al-Jazeera)
JawaPos.com – Pasukan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menahan kapal tanker minyak M/T Tifani di Samudra Hindia.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Kamis (23/4), Kapal tersebut diketahui terkait dengan pengiriman minyak mentah dari Iran. Penahanan ini terjadi di tengah ketegangan perundingan gencatan senjata antara kedua negara.
Pentagon menyatakan bahwa operasi dilakukan tanpa insiden pada malam hari. Tindakan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Amerika Serikat untuk menghentikan kapal yang terlibat dalam jaringan minyak Iran.
Kapal M/T Tifani diketahui telah dikenai sanksi sebelumnya.
Operasi tersebut dilakukan oleh Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat atau INDOPACOM. Wilayah tanggung jawab komando ini mencakup kawasan luas termasuk Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Namun, lokasi pasti penahanan tidak diungkapkan secara rinci.
Seorang pejabat pertahanan AS menyebut kapal tersebut ditahan di kawasan Teluk Bengal. Kapal itu dilaporkan membawa muatan minyak mentah asal Iran. Saat ini, pihak militer masih mempertimbangkan langkah selanjutnya terhadap kapal tersebut.
Data pelacakan menunjukkan kapal tersebut terakhir berada di jalur menuju Singapura. Kapal ini sebelumnya diketahui sering melakukan transfer minyak di perairan Asia Tenggara. Aktivitas tersebut diduga terkait dengan upaya menghindari sanksi internasional.
Menurut laporan intelijen energi, kapal itu memuat sekitar dua juta barel minyak dari Pulau Kharg. Muatan tersebut kemudian melewati Selat Hormuz sebelum menuju wilayah lain. Jalur ini sering digunakan dalam perdagangan minyak Iran.
Penahanan kapal ini terjadi saat negosiasi antara Washington dan Teheran berada di titik kritis. Upaya mediasi, termasuk yang melibatkan Pakistan, masih belum membuahkan hasil. Ketidakpastian meningkat menjelang berakhirnya masa gencatan senjata.
Pemerintah Iran mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional. Mereka menyebut operasi tersebut sebagai pembajakan dan terorisme negara.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
